Ketua LPM Ciketing Udik Salim Samsudin Bersama Tim PATBM Beri Edukasi Anti Kenakalan Anak, Go to School Disambut Heboh Murid SDN Ciketing Udik II
Kota Bekasi - Analisa Rakyat News -
Upaya perlindungan anak yang berbasis dukungan masyarakat terus dilakukan secara masif oleh jajaran pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi dengan menggiatkan program Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Go to School. Mengawali tahun 2026, program ini menyasar kalangan murid SDN Ciketing udik II, Kamis (12/2).
Program PATBM Ciketing udik Go to School menggunakan konsep komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) dengan melibatkan unsur dari UPTD Puskesmas Ciketing udik dan unsur Tiga Pilar selaku narasumber. Kegiatan dirangkai dengan dialog interaktif tentang upaya mencegah anak dari aksi pelecehan seksual dan kenakalan anak secara dini.
Kedatangan Tim Pelaksana PATBM Go to School ini langsung disambut heboh para murid Kelas VI SDN Ciketing udik II. Terlebih lagi, pemaparan yang diberikan narasumber disampaikan dengan konsep menghibur namun mendidik.
Saat diajak berbincang, Ketua Tim Pelaksana PATBM Ciketing udik Go to School, Salim Samsudin, menjelaskan program ini dilaksanakan secara roadshow dengan mengunjungi sekolah-sekolah. “Bukan hanya untuk murid SD, program PATBM Go to School ini juga menyasar kalangan siswa SMP dan SMA,” katanya.
Terkait sasaran, Salim optimistis program ini bisa menjadi upaya antisipasi terjadinya kasus kenakalan anak, terutama pelecehan seksual pada anak-anak. Ada beberapa tema pembahasan yang berbeda disampaikan para narasumber yang terlibat langsung dalam program PATBM Go to School ini.
“Makanya para narasumber selalu menyampaikan pemaparan edukatif tentang batasan yang harus dipahami murid perempuan saat berinteraksi dengan lawan jenis, kami juga memotivasi para murid agar mereka mampu meraih cita-cita yang cemerlang di masa depan,” papar Salim yang merupakan Ketua LPM Kelurahan Ciketing udik.
Sementara itu, Kepala SDN Ciketing udik II, Sakri, merespon baik adanya program PATBM Go to School. “Untuk menjaga generasi penerus bangsa bukan hanya menjadi tugas guru pendidik, namun peran serta masyarakat juga menentukan langkah anak-anak kita di masa depan,” tegasnya.
“Selama 24 jam, anak-anak tidak hanya bergaul di dalam rumah dan lingkungan sekolah saja. Sebagian besar, mereka juga akan berinteraksi dengan kawan-kawannya yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggalnya masing-masing. Nah, pergaulan di lingkungan sekitar inilah yang bisa mendominasi pembentukan karakter anak dalam pergaulan,” papar Sakri.
Akri berharap program ini terus dijalankan secara berkesinambungan sehingga bisa menjadi motivasi masyarakat untuk bersama menjaga kalangan generasi penerus yang kelak menentukan masa depan bangsa ini.
“Ya tidak cukup sekali, harus dijalankan secara berkesinambungan sehingga wawasan atau edukasi yang disampaikan tim pelaksana PATBM bisa diserap kalangan siswa pelajar,” pungkasnya.
(Red/slmt)