AR NEWS

Kamis, 02 Juli 2026

Digitalisasi Pelayanan Jadi Kunci Jasa Raharja Hadir Lebih Cepat bagi Korban Kecelakaan


Jakarta - Analisa Rakyat News - 

PT Jasa Raharja terus memperkuat komitmen dalam memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat melalui pelayanan yang cepat, tepat, dan berbasis digital. Hingga Mei 2026, perusahaan telah menyalurkan santunan sebesar Rp1,22 triliun kepada korban kecelakaan lalu lintas jalan dan penumpang angkutan umum di seluruh Indonesia.

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan, pelayanan santunan merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Oleh karena itu, perusahaan terus melakukan transformasi agar pelayanan semakin mudah diakses, cepat, dan memberikan kepastian bagi korban maupun ahli waris korban.

"Kami ingin memastikan setiap korban maupun ahli waris memperoleh haknya secara cepat, tepat, dan transparan. Kehadiran Jasa Raharja bukan hanya memberikan santunan, tetapi juga menghadirkan rasa aman bahwa negara hadir ketika masyarakat menghadapi musibah," ujar Awaluddin.

Hingga Mei 2026, santunan diberikan kepada 55.617 korban, yang terdiri dari 10.734
korban meninggal dunia dan 44.883 korban luka-luka. Nilai santunan yang disalurkan
mencapai Rp1,22 triliun, terdiri atas santunan meninggal dunia sebesar Rp581 miliar
dan santunan korban luka-luka sebesar Rp641 miliar.

Menurut Awaluddin, realisasi tersebut tidak lepas dari penguatan transformasi digital
yang terus dilakukan perusahaan. Salah satunya melalui integrasi pelayanan dengan
rumah sakit melalui aplikasi JRCare, sehingga proses penjaminan korban luka-luka
dapat dilakukan secara lebih cepat dan efisien.

Hingga Mei 2026, sebanyak 2.841 rumah sakit telah terhubung dengan sistem pelayanan Jasa Raharja. Integrasi tersebut memungkinkan proses administrasi
berjalan lebih sederhana sehingga korban dapat segera memperoleh penanganan
medis tanpa terkendala proses penjaminan.

"Kami meyakini bahwa perlindungan terbaik tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan santunan yang cepat, tetapi juga melalui berbagai upaya untuk mencegah kecelakaan. Karena itu, transformasi digital kami arahkan tidak hanya untuk meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga memperkuat strategi keselamatan transportasi berbasis data," kata Awaluddin.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program keselamatan transportasi
yang melibatkan Kepolisian Republik Indonesia, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, rumah sakit, akademisi, komunitas, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Jasa Raharja telah melaksanakan 3.354
program keselamatan transportasi di berbagai daerah. Kegiatan tersebut meliputi
edukasi keselamatan berlalu lintas, pelatihan safety riding, pertolongan pertama
gawat darurat (PPGD), pemetaan daerah rawan kecelakaan, forum komunikasi lalu
lintas, hingga operasi gabungan bersama instansi terkait.

Transformasi yang dijalankan perusahaan juga berdampak pada peningkatan
kecepatan pelayanan. Rata-rata penyelesaian santunan meninggal dunia kini dapat
dilakukan dalam waktu sekitar 1 hari 5 jam, sementara penerbitan guarantee letter bagi korban luka-luka rata-rata selesai dalam waktu 4 hari 8 jam.

Di sisi lain, meningkatnya mobilitas masyarakat sepanjang 2026 turut memengaruhi jumlah kecelakaan yang menjadi objek perlindungan Jasa Raharja. Kondisi tersebut semakin memperkuat pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas.

"Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai kementerian,
lembaga, pemerintah daerah, dan komunitas agar upaya preventif semakin efektif.
Keberhasilan Jasa Raharja tidak hanya diukur dari cepatnya santunan disalurkan,
tetapi juga dari kontribusi kami dalam menurunkan risiko kecelakaan melalui edukasi, kolaborasi, dan penguatan budaya keselamatan transportasi," ujar Awaluddin.

(Red/fzl)

Advokat Rikha Permatasari Minta Atensi Kapolri terhadap Penanganan Perkara Teguh Riyanto di Sragen pada Momentum Hari Bhayangkara ke-80


Sragen - Analisa Rakyat News - 

Momentum Hari Bhayangkara ke-80 pada Tanggal 1 Juli 2026 dimanfaatkan Advokat Rikha Permatasari, S.H., M.H., C.Med., C.LO., C.PIM., untuk menyampaikan Apresiasi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia sekaligus memohon Atensi Kapolri terhadap penanganan perkara hukum yang menimpa kliennya, Teguh Riyanto, Korban yang di Kriminalisasi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Peringatan Hari Bhayangkara tahun ini mengusung tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat." Menurut Rikha, tema tersebut diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga diwujudkan dalam setiap proses penegakan hukum yang profesional, objektif, transparan, dan berkeadilan.

Dalam keterangannya kepada media, Rikha menyampaikan bahwa tim kuasa hukum menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan. Namun, ia berharap perkara yang menimpa kliennya mendapat perhatian sehingga seluruh proses berlangsung sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Tepat pada Hari Bhayangkara ke-80 ini, Saya Meminta atensi Kapolri terhadap penanganan perkara Teguh Riyanto di Sragen. Kami berharap seluruh proses penegakan hukum berjalan secara profesional, objektif, transparan, serta berdasarkan fakta dan alat bukti yang sah," ujar Rikha.

Menurut Rikha, berdasarkan posisi Hukum yang dianut pihaknya, Teguh Riyanto merupakan Korban dalam peristiwa yang dialaminya. Namun, dalam perkembangan penyidikan, Teguh kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Sragen. Atas dasar itu, tim kuasa hukum telah menempuh berbagai langkah hukum yang tersedia untuk menguji proses tersebut sesuai mekanisme yang berlaku.

Rikha menegaskan bahwa permohonan atensi kepada Kapolri bukan dimaksudkan sebagai bentuk intervensi terhadap proses penyidikan, melainkan sebagai harapan agar penanganan perkara berjalan sesuai prinsip due process of law, menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, serta memberikan perlakuan yang setara kepada setiap warga negara.

masukkan script iklan disini
Menurutnya, Hari Bhayangkara menjadi momentum penting untuk menguatkan kembali komitmen seluruh aparat penegak hukum dalam menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, khususnya Sila Ke-5: *"Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia."*

*"Nilai keadilan harus benar-benar dirasakan seluruh rakyat Indonesia.*

Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum (equality before the law). Tidak boleh ada perbedaan perlakuan hanya karena status sosial, jabatan, maupun kemampuan ekonomi," katanya.

Rikha juga menegaskan bahwa masyarakat kecil memiliki hak konstitusional yang sama untuk memperoleh perlindungan hukum.

*"Rakyat miskin punya hak yang sama di mata hukum. Keadilan tidak boleh hanya berpihak kepada mereka yang memiliki kekuasaan atau kemampuan ekonomi. Negara wajib memastikan setiap warga negara memperoleh kesempatan yang sama untuk mencari, memperoleh, dan merasakan keadilan."*

Lebih lanjut, ia berharap semangat "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat" dapat terus diwujudkan melalui penegakan hukum yang Profesional, Humanis, Akuntabel, dan Berkeadilan sehingga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri semakin meningkat.

Menutup keterangannya, Rikha menyampaikan ucapan selamat kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia atas Hari Bhayangkara ke-80.

_"Dirgahayu Kepolisian Negara Republik Indonesia Ke-80. Semoga Polri semakin Presisi, profesional, berintegritas, serta senantiasa menjunjung tinggi Sila Ke-5 Pancasila, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Rakyat miskin pun mempunyai hak yang sama di mata hukum

( Red/AR )

Rabu, 01 Juli 2026

Polri Laksanakan Kenaikan Pangkat 87 Perwira Tinggi, Empat Perwira Raih Bintang Tiga

Jakarta - Analisa Rakyat News -   

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung upacara kenaikan pangkat ke dan dalam golongan personel Polri di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/6/2026). Pada periode kali ini, sebanyak 41.578 personel Polri memperoleh kenaikan pangkat, termasuk 87 Perwira Tinggi (Pati) Polri yang terdiri atas 4 Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi, 29 Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi, dan 54 Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi.

Dalam jajaran perwira tinggi yang naik menjadi Komjen Pol atau bintang tiga, terdapat empat nama yakni Komjen Pol. Drs. Mulia Hasudungan Ritonga, M.Si., Komjen Pol. Dr. Gatot Tri Suryanta, M.Si., Komjen Pol. Helmy Santika, S.H., S.I.K., M.Si., serta Komjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. Kenaikan pangkat tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi para perwira tinggi dalam menjalankan tugas serta pengabdian kepada institusi dan masyarakat.

Sementara itu, kenaikan pangkat menjadi Irjen Pol atau bintang dua diberikan kepada 29 perwira tinggi, di antaranya Irjen Pol. Agus Wijayanto, S.I.K., S.H., M.H. dan Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.I.K., M.H., bersama 27 perwira tinggi lainnya. Adapun sebanyak 54 perwira menengah juga resmi menyandang pangkat Brigjen Pol atau bintang satu.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, mengatakan bahwa kenaikan pangkat merupakan bentuk kepercayaan sekaligus amanah dari institusi yang harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

"Kenaikan pangkat bukan sekadar penghargaan atas perjalanan karier, tetapi juga amanah yang mengandung tanggung jawab lebih besar. Kami berharap seluruh personel yang memperoleh kenaikan pangkat terus memperkuat integritas, profesionalisme, dan kepemimpinan dalam memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.

Menurut Kadivhumas, kenaikan pangkat yang dipimpin langsung oleh Kapolri menjadi simbol penghargaan institusi atas dedikasi dan prestasi personel, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Kepercayaan yang diberikan negara dan institusi harus dijawab dengan kinerja yang semakin optimal. Jadikan kenaikan pangkat ini sebagai motivasi untuk terus menghadirkan Polri yang responsif, humanis, profesional, serta semakin dipercaya masyarakat," tambahnya.

Selain 87 perwira tinggi, kenaikan pangkat periode 30 Juni 2026 juga diberikan kepada 878 Perwira Menengah (Pamen), 1.289 Perwira Pertama (Pama), 37.930 personel Bintara, dan 1.394 personel Tamtama. Secara keseluruhan, sebanyak 41.578 personel Polri memperoleh kenaikan pangkat sebagai bagian dari pembinaan karier dan penghargaan atas dedikasi serta kinerja dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Kenaikan pangkat ini diharapkan semakin memperkuat profesionalisme, soliditas organisasi, serta kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan yang semakin optimal.

( Red/Ersya)

Selasa, 30 Juni 2026

Kapolres Karawang Pimpin Langsung Upacara Kenaikan Pangkat Reguler dan Pengabdian di Polres Karawang

Karawang - Analisa Rakyat News -     

Sebanyak 75 personel Polres Karawang resmi mendapatkan kenaikan pangkat dalam upacara laporan kenaikan pangkat reguler dan pengabdian yang berlangsung khidmat di Lapangan Apel Polres Karawang, Selasa (30/6/2026) pagi.

Upacara yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah, didampingi Ibu Ketua Bhayangkari Cabang Karawang Ny. Yulian Fiki, Wakapolres Karawang KOMPOL Andriyanto, serta Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Karawang Ny. Yeni Andriyanto. Seluruh pejabat utama (PJU), kapolsek jajaran, personel, Bhayangkari, dan ASN Polres Karawang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Adapun rincian personel yang menerima kenaikan pangkat dengan Tanggal Efektif (TMT) 1 Juli 2026 sebanyak 73 personel, terdiri dari: Pengabdian Aiptu ke Ipda: 1 personel Reguler TMT 1 Juli 2026: Iptu ke AKP: 1 personel. Aipda ke Aiptu: 24 personel. Bripka ke Aipda: 27 personel. Brigpol ke Bripka: 1 personel. Briptu ke Brigpol: 1 personel. Bripda ke Briptu: 19 personel

Selain itu, terdapat 1 personel ASN yang menerima kenaikan pangkat dari Pengatur ke Pengatur Tingkat I dengan TMT 1 Mei 2026.

Dalam susunan acara yang tertib, upacara diawali dengan laporan perwira upacara kepada inspektur upacara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Mars Polri, penghormatan pasukan, dan laporan komandan upacara. Puncak acara adalah penanggalan dan penyematan tanda pangkat baru oleh Inspektur Upacara kepada personel yang berhak.

Usai upacara resmi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tradisi kenaikan pangkat yang penuh makna. Seluruh peserta upacara mengikuti pemasangan tanda pangkat oleh Bhayangkari, suami, atau orang tua masing-masing. Prosesi adat penyiraman air bunga dilakukan oleh Kapolres Karawang bersama ibu dan Wakapolres beserta ibu kepada perwakilan personel yang naik pangkat. Suasana haru pun terlihat saat pembacaan puisi dan alunan lagu mengiringi momen tersebut.

Kegiatan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat dan sesi foto bersama seluruh personel yang menerima kenaikan pangkat. Kapolres Karawang dalam amanatnya menyampaikan apresiasi dan harapan agar kenaikan pangkat menjadi motivasi untuk semakin profesional dalam mengemban tugas pengayoman, pelayanan, dan penegakan hukum di masyarakat.

( Red/Ersya )

Senin, 29 Juni 2026

Jaga Jakarta Jaga Bekasi, Piala Kapolres Satukan Kicau Mania di Hari Bhayangkara ke-80

Kabupaten Bekasi - Analisa Rakyat News - 

Semarak Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 terasa di Area GOR Bulu Tangkis, Komplek Stadion Wibawa Mukti, Kelurahan Sertajaya, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Minggu (28/6/2026). Polres Metro Bekasi menggelar Lomba Burung Kicau Piala Kapolres Metro Bekasi yang diikuti sekitar 300 peserta dari kalangan pecinta burung berkicau.

 Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga 17.30 WIB tersebut menjadi ruang kebersamaan antara Polri dan komunitas kicau mania. Lomba ini berada di bawah penanggung jawab Kasat Intelkam Polres Metro Bekasi, Kompol Zaini Abdillah Zainuri, S.Kom., S.I.K., M.M.

Hadir dalam kegiatan tersebut Plh Kapolres Metro Bekasi AKBP Alin Kuncoro, S.Pd., Kasat Intelkam Kompol Zaini Abdillah Zainuri, Kasat Samapta Kompol Abdul Rasud, S.H., M.H., Wakasat Intelkam Kompol Sigit Pangarso, S.Sos., Wakasat Lantas Kompol Briyan Rio Wicaksono, S.E., Kasie Propam AKP Mamun, S.H., dewan juri Masterpiece Arena, serta para peserta lomba.

Dalam sambutannya, AKBP Alin Kuncoro menyampaikan bahwa perlombaan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas serta mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan panitia.

“Melalui kegiatan ini, kita bersama-sama menyaksikan kualitas burung-burung terbaik sekaligus menjaga semangat sportivitas dalam pertandingan,” ujar AKBP Alin Kuncoro.

Perlombaan mempertandingkan sejumlah kelas, mulai dari Cucak Hijau hingga Murai Batu, termasuk kategori Murai Batu Muda dan kelas-kelas khusus seperti Kapolres, Wakapolres, Polda Metro, Bhayangkara, Samapta, Lantas, Bursa, hingga Spesial Anggota.

Pada pukul 14.55 WIB, dilakukan penyerahan Piala Murai Batu Kelas Utama Kapolres Metro Bekasi yang diwakili oleh Kasat Intelkam Polres Metro Bekasi. Momen tersebut menjadi salah satu puncak kegiatan dan disambut antusias oleh peserta yang hadir.

Melalui Lomba Burung Kicau Piala Kapolres Metro Bekasi, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya dirayakan dengan semangat kompetisi, melainkan juga mempererat silaturahmi antara Polri dengan komunitas masyarakat. Kegiatan berakhir pada pukul 17.30 WIB, dan seluruh rangkaian acara berlangsung lancar.

(Red/AR)

Aksi Penusukan Seorang Pria di Cikarang Barat Berhasil Diungkap, Polisi Sita Sejumlah Barang Bukti


Kabupaten Bekasi - Analisa Rakyat News -

Kepolisian Sektor (Polsek) Cikarang Barat bersama Unit Resmob Satreskrim Polres Metro Bekasi berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pembunuhan yang mengakibatkan seorang pria meninggal dunia. Terduga pelaku berhasil diamankan kurang dari 24 jam setelah peristiwa terjadi.

Kapolsek Cikarang Barat Kompol Dimmas Adhit Putranto, S.I.K., M.I.K., didampingi Kanit Reskrim AKP Engkus Kusnadi, S.H., bersama personel Unit Resmob Satreskrim Polres Metro Bekasi yang dipimpin IPtu Eko Tinus bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial D (25) pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 11.00 WIB di kediamannya di wilayah Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi.

Peristiwa tersebut bermula pada Sabtu (27/6/2026) sekitar pukul 04.00 WIB di sebuah kontrakan di Kampung Jatibaru, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat. 

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban berinisial FA diduga terlibat cekcok yang berujung pada perkelahian dengan terduga pelaku. Konflik tersebut kemudian berlanjut hingga terjadi aksi penusukan yang menyebabkan korban mengalami luka berat.

Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Bakti Husada Cikarang Utara oleh rekan-rekannya. Namun, setelah mendapatkan pemeriksaan medis, korban dinyatakan meninggal dunia.

Dari hasil penyelidikan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian korban, tabung gas elpiji 3 kilogram, serta botol minuman keras. 

Penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian guna melengkapi proses penyidikan.

Dalam pemeriksaan awal, terduga pelaku mengakui telah melakukan penusukan terhadap korban. 

Polisi menyatakan motif sementara dipicu emosi saat terduga pelaku berupaya melerai korban yang diduga sedang melakukan pemukulan terhadap salah seorang penghuni kontrakan.

Saat ini, penyidik masih melengkapi berkas perkara melalui pemeriksaan lanjutan terhadap saksi dan tersangka, pelaksanaan gelar perkara, serta berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk proses hukum selanjutnya.

Polres Metro Bekasi menegaskan komitmennya dalam menangani setiap tindak pidana secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Bekasi.

( Red/AR )

PD PII Kabupaten Bekasi Gelar Training Terpadu, Cetak Kader Penggerak Perubahan


Kabupaten Bekasi - Analisa Rakyat News -

Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia        ( PD PII ) Kabupaten Bekasi menggelar Training Terpadu yang meliputi Leadership Basic Training (LBT) dan Leadership Intermediate Training (LIT) selama masa liburan sekolah. Kegiatan berlangsung pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026 di MTs Al Huda Rawa Sapi, Kelurahan  Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi ,  Jawa Barat.

Sebanyak 41 peserta mengikuti Leadership Basic Training, sedangkan 16 peserta mengikuti Leadership Intermediate Training. Para peserta berasal dari berbagai wilayah di Bekasi maupun luar Bekasi.

Pembukaan training berlangsung pada Ahad (28/6/2026) siang. Acara dihadiri pimpinan MTs Al Huda Rawa Sapi, pengurus PD PII Kabupaten Bekasi, peserta, panitia, serta sejumlah Keluaga Besar ( KB ) PII.

Ketua Umum PD PII Kabupaten Bekasi, Daffa Kaisan Ali, mengatakan kegiatan kaderisasi tersebut bukan sekadar memenuhi agenda organisasi, melainkan menjadi ikhtiar menyiapkan pelajar sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

“Kita tidak hanya menjadi sekrup kecil dalam industri yang ada, tetapi menjadi konseptor dan katalisator yang mampu menghadirkan perubahan di Kabupaten Bekasi,” ujar Daffa dalam sambutannya.

Ia mengutip pandangan Anies Baswedan yang membedakan antara orang berpendidikan dan pemikir yang tercerahkan. Menurutnya, ilmu pengetahuan tidak boleh berhenti sebagai kumpulan pengetahuan pribadi, tetapi harus digunakan untuk menjawab berbagai persoalan sosial.

Karena itu, Daffa mengajak seluruh peserta agar menjadi pelajar yang peka terhadap realitas, tidak bersikap apatis, dan mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk kemaslahatan masyarakat.

Sementara itu, Ketua PW PII Jakarta, Reza Sulaiman, menegaskan Leadership Basic Training merupakan tahapan awal pembentukan karakter kepemimpinan kader. Melalui proses tersebut, peserta dipersiapkan untuk menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi umat maupun bangsa.

Ia berharap peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai agar memperoleh bekal kepemimpinan dan wawasan yang memadai.

Reza juga menekankan pentingnya penguatan kualitas kader di setiap pengurus daerah. Menurutnya, kaderisasi tidak boleh berhenti pada pelaksanaan training semata, tetapi harus ditindak lanjuti dengan pembinaan berkelanjutan sehingga mampu melahirkan kader yang unggul, berkualitas, dan berintegritas.


Mewakili Keluarga Besar PII Kabupaten Bekasi, M.Warsan Saputra mengingatkan peserta agar menjadikan training sebagai momentum mengenali potensi diri sebelum berbicara tentang perubahan.

“Kalau ingin mengubah umat, pertanyaannya apa yang mau diubah dan modal apa yang kita miliki? Salah satu jawabannya ada di training ini, karena di sini kita belajar mengenali diri, karakter, dan kemampuan,” katanya.

Warsan juga menekankan pentingnya budaya membaca bagi setiap kader PII. Menurutnya, kemampuan berpikir dan berargumentasi sangat dipengaruhi oleh keluasan referensi yang dimiliki.

Ia menambahkan, pengenalan terhadap diri sendiri merupakan modal penting bagi kader untuk mengabdi kepada masyarakat, organisasi, dan umat. Menutup sambutannya, Warsan berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses training dengan sungguh-sungguh sehingga menjadi kader yang bermanfaat di lingkungan masing-masing.
 
(Red/Ersya)
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done