AR NEWS

Sabtu, 11 April 2026

Kepala Desa Jejalen Jaya H.Kumpul Dan Bumdes Dongkrak Ekonomi Warga Dengan Budidaya Ternak Ayam Petelur


Tambun Utara - Analisa Rakyat News - 

Upaya memperkuat ketahanan pangan desa terus digerakkan di Desa Jejalen Jaya. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Beringin Jejalen Jaya, budidaya ayam petelur kini menjadi salah satu sektor unggulan yang menunjukkan perkembangan signifikan.

Pemerintah desa memastikan dukungan penuh terhadap pengembangan BUMDesa sebagai motor penggerak ekonomi sekaligus penopang ketahanan pangan. Kepala Desa Jejalen Jaya, Kumpul, menegaskan komitmen tersebut.

“Pemerintah desa mendukung penuh BUMDesa dalam memaksimalkan program ketahanan pangan di Desa Jejalen Jaya,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Ia menyebut, pengelolaan BUMDesa sejauh ini berjalan terarah dan mendapat pengakuan positif. Dalam Musyawarah Desa (Musdes) laporan pertanggungjawaban akhir tahun 2025, program tersebut bahkan diapresiasi oleh pendamping desa. “Artinya, pengelolaan BUMDesa sudah berjalan dengan baik,” tambahnya.

Tak sekadar menjalankan usaha, BUMDesa Jejalen Jaya juga menerapkan sistem yang menyeluruh—mulai dari pemeliharaan, pelaporan, hingga pemasaran. Akses pasar pun dibuka luas bagi masyarakat, termasuk pelaku UMKM yang ingin memperoleh keuntungan dari distribusi telur.

“Seluruh proses berjalan, dari hulu ke hilir. Masyarakat juga bisa membeli langsung, termasuk pelaku UMKM,” kata Kumpul.

Ia berharap, ke depan BUMDesa mampu melampaui peran sebagai unit usaha desa dan menjadi pemicu kemandirian ekonomi warga.

“Harapannya, masyarakat ikut terdorong untuk berusaha dan meningkatkan perekonomian secara mandiri,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua BUMDesa, Mochamad Ichwani, menjelaskan bahwa pengelolaan kini ditopang struktur organisasi lengkap sejak ia ditetapkan melalui Musyawarah Desa pada 30 April 2025 dan mulai menjabat 1 Mei 2025.

Usaha ayam petelur yang dimulai pada Desember 2025 kini mulai menunjukkan hasil konkret. Dari 500 ekor ayam, produksi telur hingga akhir Maret 2026 mencapai sekitar 19 kilogram per hari.

“Alhamdulillah, produksi sudah mencapai sekitar 19 kilogram per hari. Ini amanah yang harus kami jaga agar manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Ichwani, usaha ayam petelur dipilih karena relatif mudah dikelola dengan sistem pemeliharaan terjadwal. Pemberian pakan dua kali sehari, kebersihan kandang, serta pemantauan kesehatan menjadi faktor kunci menjaga stabilitas produksi.

“Kondisi ayam harus dijaga, terutama saat cuaca tidak menentu. Fasilitas seperti blower dan pencahayaan penting agar ayam tidak stres,” jelasnya.

Di sisi lain, kebutuhan pakan menjadi aspek krusial. Untuk 500 ekor ayam, konsumsi pakan mencapai sekitar 50 kilogram per hari. Untuk menjaga keberlanjutan produksi, BUMDesa menerapkan sistem pemesanan terjadwal.

“Satu minggu sebelum stok habis, kami sudah melakukan pemesanan agar tidak terjadi kekosongan,” tambahnya.

Dalam hal pemasaran, BUMDesa saat ini memprioritaskan kebutuhan warga lokal. Distribusi dilakukan langsung ke masyarakat, warung, hingga pelaku UMKM dengan harapan dapat membantu memenuhi kebutuhan tanpa memberatkan.

“Prioritas kami masyarakat. Kehadiran BUMDesa harus meringankan, bukan membebani,” tegas Ichwani.

Lebih jauh, BUMDesa Jejalen Jaya juga mengusung misi pemberdayaan. Warga tidak hanya ditempatkan sebagai konsumen, tetapi juga didorong menjadi pelaku usaha mandiri.

“Kami ingin masyarakat ikut belajar dan memanfaatkan lahan di sekitar rumah, salah satunya melalui ternak ayam petelur,” ungkapnya.

Dengan pendekatan kolaboratif dan berorientasi pada pemberdayaan, BUMDesa Jejalen Jaya perlahan membangun fondasi ekonomi desa yang lebih mandiri—sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.

 (Red/fzl)

Jumat, 10 April 2026

Jasa Raharja Pastikan Kenyamanan dan Keselamatan Pemudik pada Arus Balik Idulfitri 2026 di Lintas Sumatera dan Merak-Bakauheni


Palembang - Analisa Rakyat News - 

Jasa Raharja terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pelayanan publik yang optimal selama periode arus balik ldul fitri 2026.

Hal ini diwujudkan melalui kegiatan pemantauan kesiapsiagaan guna memastikan
kesiapsiagaan operasional pada arus balik di lintas Sumatera, antara lain ke wilayah Banten, Lampung dan Sumatera Selatan, termasuk kondisi arus balik di Dermaga Penyeberangan Ferry Merak dan Bakauheni, oleh Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Harwan Muldidarmawan, yang dimulai sejak hari Selasa tanggal 24 Maret 2026.

Sebagai bagian dari BUMN yang tergabung dalam ekosistem Danantara Indonesia, Jasa Raharja berperan memberikan perlindungan melalui perlindungan dasar bagi masyarakat yang korban kecelakaan. 

Kunjungan ini menjadi langkah untuk memastikan seluruh lini layanan berjalan optimal, khususnya dalam mendukung kelancaran dan keselamatan masyarakat selama arus balik.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, diawali dengan peninjauan kesiapan arus balik
Idulfitri 2026 di lintas penyeberangan Merak-Bakauheni, Selasa (24/3), melalui kunjungan ke PT ASDP Indonesia Ferry di Pelabuhan Merak. 

Harwan Muldidarmawan bersama jajaran meninjau langsung kesiapan pelayanan, mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan, serta memastikan kelancaran operasional di titik krusial penyeberangan. 

Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga menyapa pemudik dan menyerap masukan secara langsung sebagai bagian dari penguatan sinergi antar pemangku kepentingan guna meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kualitas pelayanan selama arus balik.

Setelah melakukan penyeberangan menggunakan Ferry, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan korban kecelakaan lalu lintas di RS Urip Sumoharjo Bandar Lampung
sebagai wujud empati dan kepedulian kepada para korban kecelakaan lalu lintas.

Selanjutnya Harwan Muldidarmawan juga menyapa para pemudik yang berada di Pos
Pelayanan Terpadu Begadang V Bandar Lampung disertai penyerahan aksi simpatik
kepada para pemudik. 

Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan pelepasan pengawalan arus balik kendaraan roda dua bersama dengan Kasat Lantas Polresta Bandar Lampung. Pengawalan dilakukan dari Posyanter Begadang V Bandar Lampung menuju Pelabuhan Bakauheni. 

Hal ini merupakan wujud komitmen Jasa
Raharja dan seluruh stakeholder untuk memastikan keamanan dan kenyamanan arus
balik pemudik yang menggunakan roda dua.

Peninjauan selanjutnya, Rabu (25/3), Harwan Muldidarmawan beserta Tim menuju
Kota Pelambang melalui Jalan Tol Lintas Sumatera menuju Pos Pelayanan Terpadu
(Posyanter) Talang Kelapa tepatnya di jalan Sukomoro KM 17 Kabupaten Banyuasin,
Sumatera Selatan yang merupakan jalur lintas  Palembang - Jambi yang sering
mengalami kepadatan. Pada Posyanter ini terdapat tim yang memberikan layanan
kesehatan dari dinas kesehatan, layanan bengkel kendaraan, toilet dan tempat
istirahat yang aman, serta menyediakan informasi penting bagi pemudik, armada
ambulance dan mobil derek sebagai antisipasi.

Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel serta sarana dan
prasarana yang mendukung pelayanan kepada masyarakat. Posyanter ini menjadi
salah satu titik krusial di Sumatera Selatan dalam mendukung koordinasi lintas sektor
guna menjamin keselamatan pengguna jalan.

"Kami ingin memastikan bahwa seluruh insan Jasa Raharja di lapangan siap memberikan pelayanan terbaik, cepat, dan tepat. Momentum arus balik ini menjadi ujian nyata bagi kesiapsiagaan kami dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat," ujar Harwan.rabu (8/4/2026). 

Selain melakukan peninjauan pos pelayanan terpadu, Harwan juga menjenguk korban
kecelakaan yang sedang dirawat di RS Moh Hoesin Kota Palembang, Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Jasa Raharja untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat, sekaligus memastikan proses penanganan korban kecelakaan berjalan dengan cepat, tepat, dan sesuai prosedur.

Dalam kesempatan tersebut, Harwan menegaskan pentingnya implementasi program Zero Pending Claim, yaitu memastikan tidak adanya pengajuan santunan yang tertunda. Program ini merupakan wujud nyata dari prinsip negara hadir dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat yang menjadi korban kecelakaan.

"Kami terus mendorong agar setiap proses penanganan korban kecelakaan dapat
dilakukan secara cepat dan tepat, tanpa adanya keterlambatan dalam penyerahan
santunan. Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam menghadirkan pelayanan
prima dan empati sepenuh hati,"tambahnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran Jasa Raharja di wilayah Banten, Lampung dan Sumatera Selatan semakin siap dalam menghadapi potensi peningkatan mobilitas masyarakat selama arus balik. Komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik tidak hanya diwujudkan dalam kesiapan operasional, tetapi juga dalam kecepatan dan ketepatan penanganan korban kecelakaan.

(Red/fzl)

Senin, 06 April 2026

Harwan Muldidarmawan Paparkan Peran Compliance dan Ethics sebagai Kunci Keberlanjutan Organisasi di Universitas Gadjah Mada


Yogyakarta - Analisa Rakyat News -

Penerapan compliance dan ethics yang berjalan secara terintegrasi menjadi fondasi utama dalam membangun tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) serta mendorong keberlanjutan organisasi dalam jangka
panjang.

Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Jasa
Raharja, Harwan Muldidarmawan, dalam kuliah tamu pada mata kuliah Business Ethics for Sustainability untuk kelas MBA/IMBA Angkatan 87, Program Studi Master of Business Administration Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MBA FEB UGM). Agenda tersebut diselenggarakan di Faculty Meeting Room (FMR) MBA FEB UGM Kampus Yogyakarta, pada (31/03/2026).

Dalam pemaparannya, Harwan menyampaikan bahwa penerapan prinsip etika bisnis dan kepatuhan tidak hanya berhenti pada pemenuhan aspek regulatif, tetapi juga terintegrasi dalam proses bisnis dan pengambilan keputusan di seluruh lini organisasi.

Pendekatan ini turut diperkuat melalui pengelolaan risiko yang terukur serta
pembangunan budaya perusahaan yang menjunjung tinggi integritas dan 
akuntabilitas.

"Kepatuhan terhadap regulasi yang dijalankan dengan penuh amanah, disertai strategi manajemen yang tepat, tidak hanya memastikan operasional perusahaan berjalan sesuai ketentuan, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik sebagai aset utama perusahaan," ujarnya.

Lebih lanjut, Harwan menekankan bahwa bagi perusahaan yang bergerak di sektor layanan publik, keberhasilan dalam menjaga keseimbangan antara kepatuhan, etika,
dan kinerja menjadi kunci dalam menghadirkan layanan yang berkelanjutan.
"Selain tu juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat," tambahnya.

Dalam penyampaianya, Harwan juga memaparkan bahwa PT Jasa Raharja
menempatkan etika sebagai fondasi utama dalam seluruh kerangka Governance, Risk, and Compliance (GRC), tidak hanya sebagai pemenuhan aturan, tetapi sebagai kompas moral dalam setiap pengambilan keputusan. 

Hal ini diwujudkan melalui penerapan Code of Conduct, penguatan budaya integritas dengan prinsip zero tolerance to fraud, serta integrasi etika dalam proses bisnis, layanan, dan pengelolaan risiko. 

Pendekatan ini juga didukung oleh sistem digital seperti ekosistem GRC dan JRCare yang menjamin transparansi, akuntabilitas, serta kecepatan layanan kepada masyarakat. 

Sebagai perusahaan yang mengemban amanah publik, Jasa Raharja memastikan bahwa setiap pengelolaan dana dan pelayanan santunan dilakukan  secara adil, inklusif, dan bertanggung jawab, sehingga mampu membangun kepercayaan publik dan menjaga keberlanjutan layanan secara jangka panjang. 

Hal ini dibuktikan dengan kinerja keuangan Perusahaan yang solid, bahkan saat menghadapi pandemi Covid-19, dan pengakuan publik yang tercermin melalui
berbagai penghargaan di tingkat nasional maupun internasional yang diterima MBA
FEB UGM Kampus Yogyakarta, Prof. Amin Wibowo, Ph.D., dalam sambutannya
menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Harwan Muldidarmawan.

 la menyampaikan bahwa kehadiran praktisi dalam perkuliahan memberikan kesempatan
bagi mahasiswa untuk memperoleh first-hand
experience terkait implementasi Business Ethics for Sustainability di dunia industri.

"Terima kasih atas perkenan Bapak Harwan hadir dan mengisi kelas kali ini, menjadi bekal penting bagi Mahasiswa UGM karena berkesempatan untuk bertemu dalam satu forum Business Ethics for Sustainability, di mana mahasiswa dapat belajar secara langsung dari praktik yang dilakukan oleh Jasa Raharja," ujar beliau.

Lebih lanjut, Prof. Amin menegaskan bahwa kolaborasi antara akademisi dan praktisi
menjadi nilai tambah dalam proses pembelajaran di MBA FEB UGM. 

Menurutnya,. program MBA tidak hanya membekali mahasiswa dengan pemahaman konseptual, tetapi juga menghadirkan perspektif praktik nyata melalui kehadiran para profesional sebagai guest lecturer. 

Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif, tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga dari pengalaman langsung di dunia kerja yang selama ini tidak selalu dapat diperoleh di ruang kelas.

Kegiatan kuliah tamu yang dimoderatori oleh dosen FEB UGM, Wuri Handayani, S.E.,Ak., M.Si., M.A., Ph.D., ini diikuti 57 peserta. Turut hadir Guru Besar FEB uGM, Prof. Eko Suwardi, MSc., Ph.D. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan partisipasi aktif mahasiswa. 

Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui berbagai pertanyaan dan diskusi kritis yang mengulas isu-isu etika bisnis dan keberlanjutan, baik dari perspektif konseptual maupun praktik di lapangan.

(Red/fzl)

Metrodollar yang Terkoyak Realita: Ribuan Pabrik Berdiri, Rakyat Bekasi Masih Bergulat dengan Kemiskinan




Bekasi - Analisa Rakyat News - 

Di tengah deru mesin industri yang tak pernah tidur, Kabupaten Bekasi berdiri sebagai salah satu episentrum ekonomi nasional. Ribuan pabrik (bahkan mencapai hingga 10.000) menjulang, investasi mengalir deras, dan label “Kota Metrodollar” disematkan sebagai simbol kemakmuran. Namun di balik gemerlap itu, realitas sosial justru memunculkan ironi yang kian sulit disembunyikan.

Di sejumlah sudut wilayah, denyut kehidupan masyarakat masih berjuang di antara keterbatasan. Kemiskinan ekstrem, akses ekonomi yang timpang, serta ketidakseimbangan antara kawasan industri dan permukiman warga menjadi potret yang kontras dengan citra kemajuan yang dibangun selama ini.

Fenomena ini menegaskan adanya jurang yang menganga antara pertumbuhan ekonomi dan distribusi kesejahteraan. Industrialisasi yang seharusnya menjadi lokomotif kemakmuran, dalam praktiknya belum sepenuhnya menjangkau akar kehidupan masyarakat. Pertumbuhan seolah berlari kencang, namun keadilan berjalan tertatih.

Secara normatif, arah pembangunan nasional telah jelas. Amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 menegaskan bahwa kekayaan alam harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Sementara itu, melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, pemerintah daerah diberi kewenangan luas untuk memastikan kebijakan yang berpihak pada masyarakat. Namun, implementasi di lapangan masih menyisakan pertanyaan serius.

Semboyan daerah Swatantra Wibawa Mukti yang mengandung makna kemandirian, kewibawaan, dan kemakmuran (secara Siloka: Manusia yang Memanusiakan Manusia sehingga tidak keluar dari Martabat Kemanusiaannya-red) seharusnya menjadi kompas moral pembangunan. Akan tetapi, dalam realitasnya, nilai tersebut dinilai belum sepenuhnya terwujud secara substantif, khususnya dalam aspek pemerataan kesejahteraan.

Ketua Harian RUMAH HEBAT NUSANTARA, Moh Cahyadi yang akrab disapa Den Cupank, menyampaikan pandangan kritisnya terhadap kondisi tersebut. Ia menilai bahwa kekuatan ekonomi Kabupaten Bekasi belum sepenuhnya diarahkan untuk kepentingan rakyat secara menyeluruh.

“Kabupaten Bekasi tidak kekurangan kekayaan, yang kita hadapi hari ini adalah ketimpangan dalam distribusinya. Kurang lebih Sepuluh Ribuan pabrik berdiri, tetapi masih ada masyarakat yang berjuang untuk sekadar hidup layak. Ini bukan semata persoalan ekonomi, ini persoalan arah kebijakan. Jika Swatantra Wibawa Mukti hanya berhenti sebagai semboyan, maka kita sedang kehilangan makna dari pembangunan itu sendiri. Kemandirian harus dirasakan rakyat, kewibawaan harus lahir dari keadilan, dan kemakmuran harus hadir di setiap rumah, bukan hanya di kawasan industri,” tegasnya.

Den Cupank juga menekankan bahwa industrialisasi tanpa keberpihakan sosial berpotensi menciptakan ketimpangan yang semakin dalam. Menurutnya, pembangunan harus direposisi agar tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada pemerataan dan keadilan sosial.

“Kita tidak sedang menolak industri, justru kita ingin industri menjadi alat kesejahteraan. Tapi tanpa keberanian untuk mengintegrasikan kebijakan ekonomi dengan kebutuhan masyarakat, maka yang terjadi adalah kemajuan yang timpang. Rakyat tidak boleh menjadi penonton di tanahnya sendiri. Mereka harus menjadi bagian utama dari pembangunan itu,” lanjutnya, Senin (6/4/2026). 

Di tengah dinamika tersebut, kebutuhan akan kebijakan yang lebih inklusif dan berkeadilan menjadi semakin mendesak. Kabupaten Bekasi, dengan seluruh potensinya, berada di persimpangan sejarah: melanjutkan pola lama yang menyisakan ketimpangan, atau mengambil langkah berani menuju pembangunan yang benar-benar berpihak pada rakyat. Pungkas Den Cupank. 

(Red/Slmt)

Sabtu, 04 April 2026

Jasa Raharja Pastikan Kenyamanan dan Keselamatan Pemudik pada Arus Balik Idulfitri 2026 di Lintas Sumatera dan Merak-Bakauheni



Palembang  - Analisa Rakyat News - 

Jasa Raharja terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pelayanan publik yang optimal selama periode arus balik Idul fitri 2026.

Hal ini diwujudkan melalui kegiatan pemantauan kesiapsiagaan guna memastikan
kesiapsiagaan operasional pada arus balik di lintas Sumatera, antara lain ke wilayah
Banten, Lampung dan Sumatera Selatan, termasuk kondisi arus balik di Dermaga
Penyeberangan Ferry Merak dan Bakauheni, oleh Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Harwan Muldidarmawan, yang dimulai sejak hari Selasa tanggal 24 Maret 2026.

Sebagai bagian dari BUMN yang tergabung dalam ekosistem Danantara Indonesia,
Jasa Raharja berperan memberikan perlindungan melalui perlindungan dasar bagi
masyarakat yang korban kecelakaan. Kunjungan ini menjadi langkah untuk
memastikan seluruh lini layanan berjalan optimal, khususnya dalam mendukung
kelancaran dan keselamatan masyarakat selama arus balik.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, diawali dengan peninjauan kesiapan arus balik
Idulfitri 2026 di lintas penyeberangan Merak-Bakauheni, Selasa (24/3), melalui kunjungan ke PT ASDP Indonesia Ferry di Pelabuhan Merak. Harwan Muldidarmawan bersama jajaran meninjau langsung kesiapan pelayanan, mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan, serta memastikan kelancaran operasional di titik krusial penyeberangan. 

Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga menyapa pemudik dan menyerap masukan secara langsung sebagai bagian dari penguatan sinergi antar pemangku kepentingan guna meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kualitas pelayanan selama arus balik.

Setelah melakukan penyeberangan menggunakan Ferry, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan korban kecelakaan lalu lintas di RS Urip Sumoharjo Bandar Lampung
sebagai wujud empati dan kepedulian kepada para korban kecelakaan lalu lintas.

Selanjutnya Harwan Muldidarmawan juga menyapa para pemudik yang berada di Pos
Pelayanan Terpadu Begadang V Bandar Lampung disertai penyerahan aksi simpatik
kepada para pemudik. 

Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan pelepasan pengawalan arus balik kendaraan roda dua bersama dengan Kasat Lantas Polresta Bandar Lampung. Pengawalan dilakukan dari Posyanter Begadang V Bandar Lampung menuju Pelabuhan Bakauheni. 

Hal ini merupakan wujud komitmen Jasa
Raharja dan seluruh stakeholder untuk memastikan keamanan dan kenyamanan arus
balik pemudik yang menggunakan roda dua.

Peninjauan selanjutnya, Rabu (25/3), Harwan Muldidarmawan beserta Tim menuju Kota Pelambang melalui Jalan Tol Lintas Sumatera menuju Pos Pelayanan Terpadu (Posyanter) Talang Kelapa tepatnya di jalan Sukomoro KM 17 Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan yang merupakan jalur lintas Palembang- Jambi yang sering mengalami kepadatan.

Pada Posyanter ini terdapat tim yang memberikan layanan kesehatan dari dinas kesehatan, layanan bengkel kendaraan, toilet dan tempat istirahat yang aman, serta menyediakan informasi penting bagi pemudik, armada ambulance dan mobil derek sebagai antisipasi.

Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana yang mendukung pelayanan kepada masyarakat. Posyanter ini menjadi salah satu titik krusial di Sumatera Selatan dalam mendukung koordinasi lintas sektor guna menjamin keselamatan pengguna jalan.

"Kami ingin memastikan bahwa seluruh insan Jasa Raharja di lapangan siap memberikan pelayanan terbaik, cepat, dan tepat. Momentum arus balik ini menjadi ujian nyata bagi kesiapsiagaan kami dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat," ujar Harwan. Jumat (4/4/2026).

Selain melakukan peninjauan pos pelayanan terpadu, Harwan juga menjenguk korban
kecelakaan yang sedang dirawat di RS Moh Hoesin Kota Palembang, Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Jasa Raharja untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat, sekaligus memastikan proses penanganan korban kecelakaan berjalan dengan cepat, tepat, dan sesuai prosedur.

Dalam kesempatan tersebut, Harwan menegaskan pentingnya implementasi program Zero Pending Claim, yaitu memastikan tidak adanya pengajuan santunan yang tertunda. Program ini merupakan wujud nyata dari prinsip negara hadir dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat yang menjadi korban kecelakaan.

"Kami terus mendorong agar setiap proses penanganan korban kecelakaan dapat
dilakukan secara cepat dan tepat, tanpa adanya keterlambatan dalam penyerahan
santunan. Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam menghadirkan pelayanan
prima dan empati sepenuh hati," tambahnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran Jasa Raharja di wilayah Banten, Lampung dan Sumatera Selatan semakin siap dalam menghadapi potensi peningkatan mobilitas masyarakat selama arus balik. Komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik tidak hanya diwujudkan dalam kesiapan operasional, tetapi juga dalam kecepatan dan ketepatan penanganan korban kecelakaan.

(Red/fzl)

Jumat, 03 April 2026

Jasa Raharja Hadirkan Bantuan Rehabilitasi Fasilitas Pendidikan di NTB, Perkuat Komitmen TJSL Berkelanjutan

Jakarta  - Analisa Rakyat News - 

Upaya peningkatan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia terus menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk Jasa Raharja. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Jasa Raharja menyalurkan bantuan rehabilitasi sarana dan prasarana kepada Madrasah lbtidaiyah AI-Ma'arif Nurul Yaqin Sepit, yang terdapat di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. 

Langkah ini mencerminkan komitmen Jasa Raharja dalam melayani sepenuh hati serta
memperkuat peran dalam pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat. Jum'at (3/4/2026) 

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 1 April 2026 ini dihadiri oleh Direktur Hubungan Kelembagaan Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana yang didampingi oleh Soleh selaku Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Nusa Tenggara Barat serta Tim Divisi TJSL Kantor Pusat Jasa Raharja. Kehadiran jajaran manajemen ini menjadi simbol keseriusan perusahaan dalam memastikan program TJSL berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Bantuan rehabilitasi yang diberikan mencakup perbaikan fasilitas fisik sekolah guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi para siswa. 

Langkah ini sejalan dengan peran Jasa Raharja sebagai BUMN yang menjadi
bagian ekosistem Danantara Indonesia dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan yang lebih baik, khususnya di daerah.

Kondisi pendidikan di Nusa Tenggara Barat dalam beberapa tahun terakhir masih menghadapi berbagai tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama. 

Data tahun 2024-2025 yang disampaikan oleh Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad lqbal menunjukkan terdapat sekitar 4.104 ruang kelas dalam kondisi rusak. Kendala lainnya adalah keterbatasan daya tampung di jenjang pendidikan menengah, di mana jumlah SMA, SMK, dan SLB tercatat hanya sebanyak 801 unit, sehingga belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan peserta didik. Ini membuat revitalisasi sekolah menjadi prioritas utama pemerintah.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Hubungan Kelembagaan Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana menegaskan bahwa bantuan ini tidak hanya berfokus padapembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong kemajuan masyarakat secara menyeluruh.

"Jasa Raharja meyakini bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun
masa depan bangsa. Melalui program TJSL ini, kami ingin memastikan bahwa kehadiran kami benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan desa wisata, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Kami berharap fasilitas yang lebih baik ini dapat meningkatkan semangat belajar siswa dan memberikan dampak positif jangka panjang," ungkapnya.

Lebih lanjut, Dewi menekankan bahwa peran Jasa Raharja tidak hanya terbatas pada penyelenggaraan asuransi kecelakaan, tetapi juga mencakup kontribusi sosial yang lebih luas sebagai representasi negara hadir di tengah masyarakat.

Program TJSL ini turut melibatkan sinergi antara kantor pusat dan wilayah, termasuk
peran aktif petugas Jasa Raharja dalam memastikan implementasi program berjalan
dengan baik. 

Pendekatan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan pelayanan prima, tidak hanya dalam layanan utama, tetapi juga dalam kegiatan sosial yang berorientasi pada keberlanjutan.

Melalui kegiatan ini, Jasa Raharja terus memperkuat perannya sebagai institusi yang
tidak hanya fokus pada pelayanan publik di bidang perlindungan dasar, tetapi juga
sebagai agen pembangunan sosial. 

Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai
program TJSL yang menyasar sektor pendidikan, ekonomi, hingga lingkungan
secara berkelanjutan. Jasa Raharja akan terus hadir untuk memberikan manfaat serta menjadi bagian dari solusi bagi kemajuan Indonesia.

(Red/fzl)

Kementerian Kebudayaan Jajaki Kolaborasi dengan Danantara dan Jasa Raharja Hadirkan Museum Film di Kota Tua Jakarta

Jakarta - Analisa Rakyat News - 

Penguatan ekosistem budaya nasional melalui pemanfaatan aset bersejarah terus didorong oleh pemerintah. 

Berkaitan dengan hal tersebut, Menteri
Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menginisiasi rencana kolaborasi antara
Kementerian Kebudayaan, Danantara, dan PT Jasa Raharja untuk menghadirkan museum di kawasan Kota Tua Jakarta.

Rencana tersebut dibahas dalam kunjungan Menteri Kebudayaan ke Gedung milik Jasa Raharja yang berlokasi di kawasan Kali Besar, Jakarta, pada Rabu (2/4).

Kunjungan kerja tersebut disambut langsung oleh Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, yang menerima rombongan dan mendampingi peninjauan area gedung.

Kunjungan ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Giring
Ganesha Djumaryo, Senior Director Chief Marketing Officer Danantara Asset
Management Dendi T. Danianto, SVP Business Performance & Assets Optimization
Cluster Insurance & Pension Danantara Asset Management Hendrika Nora Osloi, serta Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja, Rubi Handojo.

Dalam peninjauan tersebut, Fadli Zon menilai bahwa gedung milik Jasa Raharja memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai museum yang menjadi bagian dari ekosistem budaya di Kota Tua Jakarta, sekaligus mendukung penguatan destinasi wisata berbasis sejarah.

"Kita belum memiliki museum film maupun museum fotografi yang representatif. Padahal kita memiliki banyak aset dan kekayaan sejarah di bidang tersebut, namun belum memiliki ruang yang memadai untuk memamerkannya," ujarnya.

la menjelaskan bahwa melalui kolaborasi lintas pihak, aset-aset bersejarah yang
dimiliki BUMN yang dikelola Danantara dapat dioptimalkan menjadi ruang publik yang
produktif dan edukatif.

"Gedung ini sangat menarik dan berada di lokasi yang strategis. Kita harapkan melalui kerja sama antara Kementerian Kebudayaan, Danantara, dan Jasa Raharja, tempat ini bisa dikembangkan menjadi museum fotografi dan museum film, sebagai bagian dari ekosistem budaya di Kota Tua," jelasnya.

Menurutnya, museum tersebut nantinya dapat menghadirkan narasi perjalanan perfilman dan fotografi Indonesia dari masa ke masa, termasuk menampilkan karya, dokumentasi visual, serta peralatan yang digunakan dalam proses produksi.

"Masyarakat bisa melihat perkembangan film Indonesia dari awal hingga era modern, termasuk perkembangan fotografi dari masa ke masa," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyampaikan
dukungan terhadap rencana kolaborasi tersebut sebagai bagian dari optimalisasi
pemanfaatan aset perusahaan yang memiliki nilai historis tinggi.

"Bangunan ini tidak hanya menjadi aset perusahaan, tetapi juga merupakan bagian
dari warisan sejarah yang perlu dijaga dan dimanfaatkan secara produktif. Kami
menyambut baik rencana kolaborasi ini sebagai upaya menghadirkan ruang budaya
yang bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja, Rubi Handojo,
turut memberikan penjelasan mengenai sejarah gedung serta kawasan di sekitarnya,
sebagai pusat aktivitas perdagangan dan pemerintahan pada masa lalu yang kini
berkembang sebagai kawasan wisata budaya.

Melalui rencana kolaborasi ini, diharapkan pemanfaatan aset bersejarah tidak hanya
berorientasi pada pelestarian, tetapi juga mampu menghadirkan nilai tambah sebagai
destinasi edukasi, budaya, dan pariwisata yang terintegrasi di kawasan Kota Tua
Jakarta.
 
(Red/fzl)
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done