AR NEWS

Senin, 16 Februari 2026

Revisi Batas Wilayah Disepakati, Bekasi dan Jakarta Timur Tak Lagi Abu-abu

Jakarta - Analisa Rakyat News -

Pemerintahan Kota Bekasi dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya mengambil langkah krusial dalam merapikan batas wilayah yang selama ini berpotensi menimbulkan tumpang tindih administrasi. Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Junaedi, menghadiri rapat asistensi dan monitoring penting terkait penyusunan draft perubahan Permendagri Nomor 36 Tahun 2015 yang mengatur batas daerah antara Kota Bekasi dan Jakarta Timur.

Rapat strategis yang digelar di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, ini menjadi momentum penting dalam upaya memperjelas garis batas administratif antara dua wilayah padat penduduk tersebut. Hasil pertemuan tersebut melahirkan Berita Acara Kesepakatan yang akan menjadi landasan resmi bagi Kementerian Dalam Negeri untuk memproses perubahan regulasi secara final.

Sejumlah institusi kunci turut hadir dalam pembahasan yang dinilai sangat sensitif dan berdampak luas ini. Mulai dari unsur TNI AD, Badan Informasi Geospasial (BIG), hingga tim penegasan batas daerah dari DKI Jakarta, Jakarta Timur, dan Kota Bekasi. Kehadiran para pihak ini menunjukkan bahwa penataan ulang batas wilayah bukan sekadar formalitas, melainkan proses serius yang menentukan kepastian hukum dan tata kelola pemerintahan di lapangan. 

Perubahan regulasi ini difokuskan pada penyesuaian teknis di sejumlah titik perbatasan yang selama ini memerlukan pembaruan koordinat berdasarkan hasil verifikasi lapangan dan pemetaan geospasial terbaru. Dua kawasan yang menjadi sorotan utama adalah perbatasan antara Kelurahan Medan Satria (Bekasi) dengan Ujung Menteng (Jakarta Timur), serta Kelurahan Jaticempaka (Bekasi) dengan Cipinang Melayu (Jakarta Timur).

Penyesuaian ini dinilai sangat penting untuk mengakhiri potensi konflik administratif yang bisa berdampak pada pelayanan publik, tata ruang, hingga administrasi kependudukan. Dengan garis batas yang lebih jelas dan akurat, pemerintah berharap tidak ada lagi kebingungan terkait kewenangan wilayah, perizinan, maupun hak masyarakat di kawasan perbatasan.

Sekda Kota Bekasi, Junaedi, menegaskan bahwa penegasan batas wilayah bukan hanya soal peta dan koordinat, tetapi juga menyangkut kepastian hukum dan perlindungan hak masyarakat. Ia menekankan bahwa revisi ini akan memberikan kejelasan administratif yang selama ini dinantikan warga.

Menurutnya, kesepakatan ini juga akan berdampak langsung pada berbagai aspek penting, mulai dari penataan ruang, pengelolaan pembangunan, perizinan, hingga validitas administrasi kependudukan dan daftar pemilih tetap di wilayah perbatasan.

Langkah ini menjadi fase penting dalam proses finalisasi perubahan regulasi oleh Kementerian Dalam Negeri. Dengan tercapainya kesepakatan lintas instansi, diharapkan penetapan batas wilayah baru antara Kota Bekasi dan Jakarta Timur dapat segera disahkan, sekaligus mengakhiri potensi polemik batas daerah yang selama ini menjadi perhatian.

 (Red/AR)

Sabtu, 14 Februari 2026

Relokasi Pasar Tumpah Cikarang, Plt Bupati Pastikan Tertib, Aman dan Bebas Pungli

Cikarang Utara - Analisa Rakyat News -

Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai merelokasi pedagang pasar tumpah dari Jl. Kapten Sumantri dan Jl. RE Martadinata ke Pasar Baru depan Ramayana lama Cikarang, pada Jumat (13/2/2026). 

Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja yang turun langsung ke lokasi memastikan relokasi 500 lapak pedagang tersebut berjalan tertib dengan melibatkan lintas unsur mulai dari TNI, Polri, aparatur desa, kecamatan, hingga tokoh masyarakat. 

“Alhamdulillah hari ini kita meninjau langsung lokasi pemindahan pedagang. Relokasi dilakukan dengan mengembalikan fungsi jalan raya sebagaimana mestinya dan mengarahkan aktivitas jual beli kembali ke dalam pasar,” ujar dr. Asep.

Menurutnya, relokasi ini menjadi langkah penting untuk mengurai kemacetan, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta menata aktivitas perdagangan agar lebih tertib dan nyaman. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung, seperti area parkir, pengelolaan sampah, serta perbaikan saluran air guna mengantisipasi genangan.

“Drainase di bagian depan pasar akan kita rapikan dan dicor ulang agar tidak tergenang. Semua kita benahi sambil berjalan, yang terpenting hari ini pedagang sudah berpindah dulu,” katanya.

Asep menegaskan, setelah relokasi berjalan dan penataan selesai, aktivitas pasar diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Ia menilai, perdagangan yang berlangsung di dalam pasar jauh lebih tertib dibandingkan aktivitas jual beli di badan jalan.

“Kalau mau berdagang, tempatnya ya di pasar. Sama seperti sekolah, tempatnya di sekolah, bukan di jalan. Ini soal fungsi dan ketertiban,” tegasnya.

Terkait pengawasan, dr. Asep memastikan pemerintah tidak akan lengah. Ia menjamin tidak ada praktik pungutan liar di area pasar yang baru direlokasi. 

“Ini akan kita awasi terus. Insya Allah bebas dari pungli karena aktivitas sudah berada di dalam pasar,” ujarnya.

Selain itu, Asep juga menyampaikan bahwa kondisi bangunan Pasar Ramayana lama akan dievaluasi secara teknis bersama dinas terkait. Mengingat pasar tersebut telah mengalami kebakaran sebanyak tiga kali, pemerintah akan menilai kelayakan konstruksi bangunan sebelum difungsikan kembali.

“Kalau konstruksinya masih kuat dan aman, akan kita perbaiki. Tapi kalau sudah tidak layak, bisa saja kita bongkar demi keselamatan,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap relokasi pasar tumpah Cikarang ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih tertib, aman, dan nyaman, sekaligus menjaga keberlangsungan ekonomi pedagang pasar tradisional di wilayah Cikarang Utara.

(Red/AR)

Jumat, 13 Februari 2026

Ketua LPM Ciketing Udik Salim Samsudin Bersama Tim PATBM Beri Edukasi Anti Kenakalan Anak, Go to School Disambut Heboh Murid SDN Ciketing Udik II

Kota Bekasi - Analisa Rakyat News -

Upaya perlindungan anak yang berbasis dukungan masyarakat terus dilakukan secara masif oleh jajaran pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi dengan menggiatkan program Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Go to School. Mengawali tahun 2026, program ini menyasar kalangan murid SDN Ciketing udik II, Kamis (12/2).

Program PATBM Ciketing udik Go to School menggunakan konsep komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) dengan melibatkan unsur dari UPTD Puskesmas Ciketing udik dan unsur Tiga Pilar selaku narasumber. Kegiatan dirangkai dengan dialog interaktif tentang upaya mencegah anak dari aksi pelecehan seksual dan kenakalan anak secara dini.

Kedatangan Tim Pelaksana PATBM Go to School ini langsung disambut heboh para murid Kelas VI SDN Ciketing udik II. Terlebih lagi, pemaparan yang diberikan narasumber disampaikan dengan konsep menghibur namun mendidik.

Saat diajak berbincang, Ketua Tim Pelaksana PATBM Ciketing udik Go to School, Salim Samsudin, menjelaskan program ini dilaksanakan secara roadshow dengan mengunjungi sekolah-sekolah. “Bukan hanya untuk murid SD, program PATBM Go to School ini juga menyasar kalangan siswa SMP dan SMA,” katanya.

Terkait sasaran, Salim optimistis program ini bisa menjadi upaya antisipasi terjadinya kasus kenakalan anak, terutama pelecehan seksual pada anak-anak. Ada beberapa tema pembahasan yang berbeda disampaikan para narasumber yang terlibat langsung dalam program PATBM Go to School ini.

“Makanya para narasumber selalu menyampaikan pemaparan edukatif tentang batasan yang harus dipahami murid perempuan saat berinteraksi dengan lawan jenis, kami juga memotivasi para murid agar mereka mampu meraih cita-cita yang cemerlang di masa depan,” papar Salim yang merupakan Ketua LPM Kelurahan Ciketing udik.

Sementara itu, Kepala SDN Ciketing udik II, Sakri, merespon baik adanya program PATBM Go to School. “Untuk menjaga generasi penerus bangsa bukan hanya menjadi tugas guru pendidik, namun peran serta masyarakat juga menentukan langkah anak-anak kita di masa depan,” tegasnya.

“Selama 24 jam, anak-anak tidak hanya bergaul di dalam rumah dan lingkungan sekolah saja. Sebagian besar, mereka juga akan berinteraksi dengan kawan-kawannya yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggalnya masing-masing. Nah, pergaulan di lingkungan sekitar inilah yang bisa mendominasi pembentukan karakter anak dalam pergaulan,” papar Sakri.

Akri berharap program ini terus dijalankan secara berkesinambungan sehingga bisa menjadi motivasi masyarakat untuk bersama menjaga kalangan generasi penerus yang kelak menentukan masa depan bangsa ini.

“Ya tidak cukup sekali, harus dijalankan secara berkesinambungan sehingga wawasan atau edukasi yang disampaikan tim pelaksana PATBM bisa diserap kalangan siswa pelajar,” pungkasnya. 

(Red/slmt)

Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja, Korlantas, dan Kemenhub Periksa Armada Bus di Bekasi

Bekasi - Analisa Rakyat News -

Jasa Raharja bersama Korlantas Polri dan Kementerian Perhubungan RI melakukan ramp check armada bus di pool PO Sinar Jaya, Bekasi. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari persiapan Pra Operasi Ketupat 2026 guna meningkatkan keselamatan transportasi jalan menjelang mudik Lebaran 2026.

Kegiatan pengecekan difokuskan pada kelayakan teknis kendaraan serta kesiapan fisik pengemudi untuk menekan risiko kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik.

Kasubditlaka Ditgakkum Korlantas Polri, Kombes Pol C.F. Hotman Sirait, menegaskan bahwa faktor manusia dan kondisi kendaraan menjadi elemen krusial dalam keselamatan perjalanan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Pengemudi wajib dalam kondisi sehat, tidak kelelahan, dan kendaraan harus melalui pengecekan teknis sebelum beroperasi. Jangan mengutamakan kecepatan,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Hotman mengingatkan perusahaan otobus untuk memperketat pengawasan internal, terutama menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026. Ia juga menyoroti bahaya jam kerja berlebih bagi pengemudi.

“Kelelahan sering dianggap sepele, padahal dapat memicu kecelakaan fatal. Kesiapan armada dan kondisi pengemudi adalah harga mati,” katanya.

Menurutnya, edukasi keselamatan juga dilakukan jajaran Satlantas di berbagai daerah sebagai langkah preventif dari sisi hulu.

“Satlantas aktif mengedukasi pelaku usaha angkutan dengan membawa data kecelakaan sebagai bahan evaluasi agar operator dapat melakukan mitigasi risiko,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pelayanan dan TJSL Jasa Raharja, Hervanka Tri Dianto, menjelaskan bahwa kesiapan menghadapi Lebaran 2026 dilakukan melalui tiga tahapan strategis: pre-event, on-event, dan post-event.

“Ramp check hari ini merupakan bagian dari pre-event yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Kami memastikan kendaraan yang akan digunakan masyarakat dalam kondisi laik jalan,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan pengemudi demi menjamin keselamatan pemudik.

“Harapannya, pengemudi dan kendaraan sama-sama siap sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan selamat,” kata Hervanka.

Direktur Utama PO Sinar Jaya, Teddy Kurniawan Rusli, menyatakan bahwa ramp check rutin dilakukan sebagai bagian dari standar operasional perusahaan.

“Keselamatan adalah prioritas utama kami. Pemeriksaan armada dan kesiapan pengemudi dilakukan berkala untuk menjaga kualitas layanan,” ujarnya.

Selain itu, Sinar Jaya memberikan perlindungan tambahan bagi penumpang melalui skema asuransi berlapis.

“Kami memberikan jaminan melalui Jasa Raharja serta asuransi tambahan sebagai bentuk komitmen terhadap perlindungan penumpang,” katanya.

Sinergi antara Jasa Raharja, Korlantas Polri, dan Kementerian Perhubungan diharapkan memperkuat budaya keselamatan berlalu lintas, sekaligus menekan angka kecelakaan selama Operasi Ketupat 2026 dan periode mudik Lebaran 2026.

Kegiatan ini turut dihadiri Kasubdit Manajemen Keselamatan Direktorat Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan, Ellis Simbolon, serta Kepala Jasa Raharja Cabang Bekasi, Eko Prasetyo.

(Red/fzl)

Kunjungi Kediaman Mantan Panglima TNI, Menhan Sjafrie: Widodo AS Tinggalkan Jejak Kepemimpinan Strategis

Jakarta - Analisa Rakyat News -

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, bersilaturahmi ke kediaman Panglima TNI pada periode 1999-2002, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto (Widodo AS), Kamis (12/2).

Widodo AS, tulis Menhan Sjafrie dalam keterangannya, mengatakan, Widodo merupakan salah satu sosok yang memiliki peran penting bagi kedaulatan Indonesia, khususnya sebagai perintis kepemimpinan dari matra laut di era reformasi.

“Beliau meninggalkan jejak kepemimpinan strategis serta warisan nilai tentang integritas, disiplin, dan loyalitas kepada NKRI,” kata Menhan Sjafrie.

Menhan Sjafrie menyebut, pengalaman panjang Widodo AS dalam menjaga kedaulatan maritim adalah bagian dari fondasi kekuatan pertahanan Indonesia hari ini.

Menhan Sjafrie menekankan bahwa silaturahmi kepada para tokoh senior merupakan tradisi yang krusial untuk menjaga kesinambungan strategi pertahanan negara.

Menurutnya, strategi dan keberanian mengambil keputusan dari para pendahulu harus menjadi pelajaran bagi generasi kepemimpinan saat ini. 

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pendahulunya. Dari para senior, kita belajar tentang keteguhan sikap dan keberanian mengambil keputusan demi kepentingan bangsa dan negara,” tutupnya.

Laksamana TNI (Purn) Widodo AS mencatatkan sejarah sebagai Panglima TNI pertama yang berasal dari matra Angkatan Laut. Masa jabatannya menjadi masa transisi bagi institusi TNI dalam menghadapi dinamika geopolitik dan tantangan kedaulatan di awal medio 2000-an.

Dalam kunjungan tersebut, Menhan Sjafrie didampingi oleh Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Wakil Panglima TNI , serta Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan).

(Red/AR)

Kepala Lapas Kelas IIA Cikarang Menerima Penghargaan Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2025 dari Ombudsman

Bandung - Analisa Rakyat News -

Surat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat Nomor : WP.11-OT.03.03-1571 tanggal 10 Februari 2026 perihal Undangan Pemberian Penghargaan Mal adminstrasi Pelayanan Publik Tahun 2025 dari Ombudsman Republik Indonesia.

Kegiatan Diikuti oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Perwakilan Ombudsman RI serta Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan Se-Jawa Barat

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat menerima langsung penghargaan tersebut dari Perwakilan Ombudsman RI.

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cikarang mendapatkan Penilaian dengan Predikat “Sangat Baik” dengan Nilai 90.77

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat mengarahkan agar hasil evaluasi ini dijadikan dasar dalam merumuskan strategi pembenahan masing-masing Unit Kerja

Sementara itu, Perwakilan Ombudsman RI menyampaikan 11 UPT diLingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat menunjukan pelayanan publik yang baik maka perlu di apresiasi dan sudah pantas mendapatkan Predikat ZI menuju WBK/WBBM.

Jajaran Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cikarang berkomitmen dalam mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2026 dengan Pelayanan sangat baik.

(Red/fzl)

Plt Bupati dr. Asep Ajak Warga Kabupaten Bekasi Manfaatkan Layanan Transjabodetabek

Cikarang Utara - Analisa Rakyat News -

Pemerintah Kabupaten Bekasi menyambut baik peluncuran layanan Transportasi Modern Transjabodetabek rute Cawang–Jababeka Cikarang yang dinilai mampu membantu masyarakat, khususnya pekerja dari Kabupaten Bekasi yang beraktivitas di Jakarta, karena tarifnya jauh lebih murah dibanding transportasi lainnya. 

Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja mengatakan, layanan ini merupakan bentuk dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada Kabupaten Bekasi sebagai daerah penyangga, sekaligus menjadi peluang besar untuk menekan biaya transportasi masyarakat.

“Alhamdulillah kita berterima kasih kepada DKI. Ini sangat membantu karena tarifnya murah. Jam 05.00 sampai 07.00 hanya Rp2.000, setelah itu Rp3.500,” ujar Asep usai Launching Transportasi Modern Transjabodetabek Cawang Sentral–Cikarang Jababeka, di Hollywood Junction Jababeka Cikarang, Kecamatan Cikarang Utara, Kamis (12/02/2026).

Asep mencontohkan, saat mencoba bus tersebut ia berdialog dengan warga yang menggunakan layanan. Menurutnya ada warga yang mengaku harus mengeluarkan biaya hingga Rp75.000 untuk perjalanan pulang-pergi ke Jakarta. Namun dengan adanya Transjabodetabek, biaya bisa ditekan menjadi hanya sekitar Rp5.500.

“Tadi saya dengar ibu-ibu di mobil, anaknya kalau ke Jakarta pulang pagi Rp75.000. Sekarang murah, cuma Rp2.000 dan Rp3.500. Jadi ini sangat membantu,” ungkapnya.

Meski demikian, Asep menegaskan Pemkab Bekasi masih memiliki pekerjaan rumah, terutama menyiapkan feeder atau angkutan pengumpan dari kawasan permukiman menuju halte Transjabodetabek, agar layanan ini benar-benar bisa diakses luas oleh masyarakat.

“Sekarang tinggal kita Kabupaten Bekasi membuat feeder-feeder. Dari perumahan-perumahan, atau rumah yang jauh, agar bisa dijemput dan terkoneksi ke transportasi massal,” katanya.

Asep juga mendorong agar halte tidak hanya dibangun di dalam kawasan tertentu, tetapi diperluas hingga ke luar kawasan permukiman.

“Saya menginginkan ke depannya halte-halte dibikin di luar kawasan. Jangan hanya di dalam kawasan,” tambahnya.

Asep menyebut rute Cawang–Cikarang ini masih tahap percobaan. Ke depan, tidak menutup kemungkinan adanya rute tambahan jika permintaan masyarakat meningkat. “Ini kan baru percobaannya. Ada kemungkinan rute lain,” katanya.

Ia juga memastikan Pemkab Bekasi akan melakukan koordinasi lanjutan, termasuk menyampaikan langsung apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Keberuntungan ini buat kita. Nanti saya juga mau ke Jakarta, mau ke Pak Gubernur, untuk menyampaikan terima kasih,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Ujang Hermawan mengatakan layanan Transjabodetabek akan terus dikembangkan, termasuk memperluas rute-rute baru sesuai kebutuhan masyarakat.

“Transjabodetabek ini terus dikembangkan. Ini permintaannya cukup jauh, sekitar 89 kilometer. Biaya operasional juga cukup tinggi,” jelas Ujang.

Menurutnya, layanan ini penting karena dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama kemacetan di Jabodetabek.

“Kalau ini mengurangi dampak penggunaan kendaraan pribadi, ini sangat membantu. Masyarakat yang masuk Jakarta tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan Transjabodetabek juga menjadi bagian dari upaya Jakarta menuju kota global. Salah satu rencana pengembangan berikutnya adalah rute Blok M–Bandara yang sedang dikoordinasikan bersama Angkasa Pura dan Kementerian Perhubungan.

Terkait tarif, Ujang menyampaikan tarif dasar layanan saat ini masih berada pada standar Rp3.500, dan kebijakan tarif selanjutnya akan mengikuti keputusan Gubernur DKI Jakarta.

“Untuk tarif masih standar Rp3.500. Kebijakan nanti Pak Gubernur yang akan memberikan,” tutupnya.

(Red/AR)
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done