Ali Nurdin Meminta Pemerintah Siapkan Langkah Strategis Selamatkan PMI dan WNI di Negara Konflik
Jakarta - Analisa Rakyat News -
Ketua Umum Federasi Buminu Sarbumusi, Ali Nurdin, meminta pemerintah Indonesia segera menyiapkan langkah strategis dan terukur untuk menyelamatkan para pekerja migran Indonesia (PMI) serta warga negara Indonesia (WNI) yang berada di negara-negara yang saat ini tengah dilanda konflik bersenjata.Permintaan tersebut disampaikan menyusul eskalasi ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan, terutama di Timur Tengah, termasuk perang yang masih berlangsung antara Israel dan Hamas di wilayah Gaza, serta meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran yang memicu kekhawatiran meluasnya konflik kawasan.
Di sisi lain, perang antara Rusia dan Ukraina juga belum menunjukkan tanda-tanda mereda. “Kami mendesak pemerintah, khususnya melalui Kementerian Luar Negeri dan perwakilan RI di luar negeri, untuk melakukan pemetaan menyeluruh terhadap keberadaan PMI dan WNI di wilayah-wilayah rawan konflik. Jangan menunggu situasi memburuk baru bergerak,” tegas Ali Nurdin dalam keterangannya kepada media, Minggu (1/3/2026).
Menurutnya, pengalaman konflik-konflik sebelumnya menunjukkan bahwa evakuasi seringkali dilakukan dalam kondisi darurat, ketika akses transportasi sudah terbatas dan risiko keselamatan meningkat. Ia menilai, langkah preventif jauh lebih penting daripada reaktif. Ali Nurdin mengusulkan beberapa langkah strategis yang perlu segera dilakukan pemerintah.
Pertama, memperbarui dan memverifikasi data WNI dan PMI yang berada di negara-negara terdampak konflik, termasuk memastikan seluruhnya terdaftar dalam sistem pelaporan daring perwakilan RI.
Kedua, menyiapkan skenario evakuasi bertahap, termasuk jalur darat menuju negara tetangga yang lebih aman apabila jalur udara ditutup.
Ketiga, pemerintah diminta membentuk satuan tugas lintas kementerian yang melibatkan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Ketenagakerjaan, BNPB, dan TNI untuk menyusun rencana kontinjensi terpadu. “Kita tidak boleh menganggap ini sekadar isu luar negeri. Ini menyangkut nyawa rakyat Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kondisi PMI yang bekerja di sektor domestik dan konstruksi di kawasan Timur Tengah yang rentan terhadap dampak konflik, baik karena pembatasan mobilitas, pemutusan hubungan kerja mendadak, maupun ancaman keselamatan langsung akibat serangan militer. Ali Nurdin menekankan pentingnya komunikasi intensif antara pemerintah dan keluarga PMI di Indonesia. Menurutnya, transparansi informasi akan mengurangi kepanikan sekaligus mencegah penyebaran hoaks yang dapat memperburuk situasi psikologis keluarga korban. “Negara harus hadir. Jangan sampai ada korban jiwa dari WNI hanya karena lambannya langkah antisipasi. Keselamatan warga adalah hukum tertinggi,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah melalui sejumlah perwakilan diplomatik disebut masih memantau perkembangan situasi keamanan di negara-negara terdampak konflik dan mengimbau WNI untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti arahan resmi dari otoritas setempat maupun Kedutaan Besar Republik Indonesia.
Federasi Buminu Sarbumusi menyatakan akan terus mengawal isu ini dan siap berkoordinasi dengan pemerintah untuk memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh pekerja migran dan warga negara Indonesia di wilayah konflik.
(Red/Ersya)