AR NEWS

Senin, 09 Februari 2026

Pimpin Apel di Balai Patriot, Wali Kota Serahkan Penghargaan UHC dan SPPT PBB-P2.




Kota Bekasi, Analisa Rakyat News

Pemerintah Kota Bekasi melaksanakan penyerahan penghargaan Universal Health Coverage (UHC) dan simbolis Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Tahun 2026 dalam rangkaian Apel Pagi Gabungan di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

Pemerintah Kota Bekasi menerima penghargaan UHC Award kategori Madya dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI. Penghargaan diterima oleh Sekretaris Daerah dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, serta diserahkan oleh Pembina Apel didampingi Wakil Wali Kota Bekasi.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam menjamin keberlanjutan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Penghargaan ini telah diserahkan secara resmi oleh Kementerian Kesehatan kepada Wakil Wali Kota sebagai perwakilan kepala daerah. Hal ini menegaskan komitmen kami untuk mempertahankan capaian UHC, meskipun terdapat tantangan dan tekanan anggaran. Pelayanan kesehatan tetap menjadi prioritas,” ujar Wali Kota Bekasi.

Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kota Bekasi telah berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan agar peserta UHC yang dibiayai oleh pemerintah daerah dapat diarahkan untuk memanfaatkan layanan puskesmas, guna meningkatkan kualitas layanan serta pemenuhan standar fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Selain itu, dilakukan penyerahan simbolis SPPT PBB-P2 Tahun 2026 kepada camat, lurah, dan wajib pajak patuh sebagai bentuk apresiasi atas realisasi penerimaan PBB-P2 Tahun 2025.

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam memperkuat pelayanan publik serta optimalisasi pendapatan daerah untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

(Ndoet/Int.Njw/fzl)

DLH Kota Bekasi Tindaklanjuti Pengaduan Warga Terkait Dampak Limbah Kegiatan SPPG



Kota Bekasi – Analisa Rakyat News

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi menindaklanjuti pengaduan masyarakat bersama unsur wilayah Kelurahan Jatimelati terkait dugaan dampak pengelolaan limbah dari kegiatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di sekitar permukiman warga RT 03 RW 011, Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, pada Jumat (06/02).

Pengaduan disampaikan oleh warga setempat yang mengeluhkan adanya bau tidak sedap, gangguan kebersihan lingkungan, serta potensi dampak kesehatan akibat pembuangan limbah cair yang diduga dialirkan langsung ke saluran lingkungan permukiman Puri Gading. Kondisi tersebut dinilai telah mengganggu kenyamanan serta kualitas hidup masyarakat sekitar.

Menindaklanjuti laporan tersebut, DLH Kota Bekasi melalui Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup serta Penegakan Hukum (PPKLHPH) bersama tim UPTD Laboratorium DLH Kota Bekasi melakukan langkah-langkah berupa peninjauan lapangan, pengumpulan data dan informasi, serta koordinasi dengan pihak pengelola SPPG dan unsur kewilayahan setempat.

Hasil penelusuran awal tim Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) di lapangan menunjukkan bahwa limbah yang dikeluhkan masyarakat berupa limbah cair dan sisa makanan hasil pencucian ompreng (wadah makanan kegiatan SPPG). Air bekas pencucian tersebut diketahui dibuang melalui pipa yang terhubung dengan saluran permukiman warga di area perbatasan Puri Gading RT 003 RW 011 Villa Ubud.

Sebagai tindak lanjut, DLH Kota Bekasi memberikan arahan kepada pihak pengelola kegiatan untuk segera melakukan perbaikan sistem pengelolaan limbah, termasuk memastikan tidak ada lagi pembuangan limbah langsung ke saluran lingkungan tanpa proses pengolahan sesuai ketentuan. Selain itu, DLH akan melakukan pemantauan lanjutan serta evaluasi terhadap kepatuhan pengelolaan lingkungan oleh pihak terkait.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Dra. Kiswatiningsih M.,C, menegaskan bahwa setiap kegiatan usaha dan/atau kegiatan wajib mengelola limbah yang dihasilkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Setiap kegiatan yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan wajib memiliki sistem pengelolaan limbah yang memadai. Kami tidak mentolerir pembuangan limbah yang dapat mencemari lingkungan permukiman. DLH Kota Bekasi akan melakukan pembinaan sekaligus pengawasan ketat, dan apabila ditemukan pelanggaran, akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Dra. Kiswatiningsih.

Beliau juga menambahkan bahwa partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam pengawasan lingkungan.

“Kami mengapresiasi kepedulian warga yang telah menyampaikan pengaduan. Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat semakin meningkat. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku kegiatan, dan masyarakat adalah kunci dalam menjaga kualitas lingkungan Kota Bekasi,” tambahnya.

DLH Kota Bekasi berkomitmen menindaklanjuti setiap pengaduan masyarakat secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur, demi terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga Kota Bekasi.

(Red/fzl)

Rabu, 03 Desember 2025

Coffee Morning di PWI Bekasi Raya, Kanim Bekasi Paparkan Layanan Publik Berintegritas

 



Bekasi - Analisa Rakyat News -

Kepala Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Non TPI Bekasi, Anggi Wicaksana bersama jajaran melakukan kunjungan kerja sekaligus Coffee Morning di Sekretariat PWI Bekasi Raya, Selasa (2/12/2025). Kunjungan ini dalam rangka memperkuat sinergi antara Imigrasi dan insan pers di Bekasi.

Dalam kunjungannya, Anggi Wicaksana disambut langsung Ketua PWI Bekasi Raya Ade Muksin, SH, didampingi Sekretaris Michael LL Lengkong, Wakil Ketua I Sarigokma Siregar, Wakil Ketua II Ewwy Widiansyah, Wakil Ketua III L. Budiarto atau Budhie Uban, serta jajaran pengurus dan anggota.

Ketua PWI Bekasi Raya Ade Muksin menyampaikan apresiasi atas silaturahmi yang dilakukan jajaran Imigrasi Bekasi. Ia menegaskan bahwa komunikasi antara lembaga pemerintah dan insan pers harus terus dipererat demi keterbukaan informasi publik.

“Alhamdulillah, selamat datang Pak Kanim. Terima kasih telah berkunjung ke Sekretariat PWI Bekasi Raya. Kami sangat mengapresiasi sinergi yang terus terjalin,” ujar Ade.

Menanggapi hal itu, Kepala Kanim Bekasi Anggi Wicaksana turut mengapresiasi sambutan hangat dari PWI Bekasi Raya. Dirinya berharap hubungan baik yang sudah terbangun dapat terus dijaga melalui kolaborasi positif ke depan.

“Alhamdulillah, kami diterima dengan baik. Semoga silaturahmi ini semakin memperkuat kerja sama dalam memberikan informasi yang benar kepada masyarakat,” ucap Anggi.

Dalam pemaparannya, Anggi menjelaskan profil Kantor Imigrasi Bekasi yang menjadi Unit Pelaksana Teknis di bawah Kanwil Ditjen Imigrasi Jawa Barat. Wilayah kerja yang luas mencakup Kota Bekasi dengan 12 kecamatan serta Kabupaten Bekasi dengan 23 kecamatan, ditambah keberadaan lebih dari 10.000 perusahaan dan 11 kawasan industri internasional di dalamnya.

Menurutnya, tantangan pelayanan keimigrasian di Bekasi cukup besar sehingga pihaknya terus melakukan peningkatan layanan yang cepat, transparan, dan berintegritas.

Anggi juga membeberkan capaian penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang telah melampaui target pada 2025.

“PNBP kami tahun 2025 ditargetkan Rp61,59 miliar, dan hingga Oktober telah terealisasi mencapai 155,42 persen atau sekitar Rp95,72 miliar,” ungkapnya.

Selain itu, Anggi memaparkan inovasi pelayanan unggulan Kanim Bekasi, di antaranya:

1. Pelayanan tanpa jeda untuk WNI dan WNA

2. Layanan Paspor di hari Sabtu di Grand Metropolitan dan ULP Cibubur

3. Pengiriman Paspor via Tokopedia (dikelola Koperasi)

4. Nomor antrean dengan pantauan real time

5. Layanan Paspor tanpa fotokopi syarat dokumen

6. E-BAP untuk penanganan paspor hilang dan rusak

Anggi menegaskan bahwa inovasi layanan yang terus dikembangkan adalah upaya menghadirkan pelayanan publik yang mudah diakses masyarakat dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Acara Coffee Morning ditutup dengan diskusi santai antara jajaran Imigrasi Bekasi dan insan pers mengenai pengawasan orang asing dan peran media dalam mendukung keamanan wilayah.


( Red/AR )

Selasa, 02 Desember 2025

Kapolres Metro Bekasi Pimpin Apel Gabungan Satpam Jababeka untuk Kesiapan PAM Nataru 2025–2026

 


Cikarang - Analisa Rakyat News -

Kapolres Metro Bekasi, Kombespol Mustofa, S.I.K., M.H., memimpin apel gabungan personel Polres Metro Bekasi bersama satuan pengamanan (satpam) Kawasan Industri Jababeka dalam rangka kesiapan pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Selasa (02/12/2025). Kegiatan berlangsung di Lapangan Botanical Jababeka mulai pukul 07.30 hingga 08.00 WIB.

Apel turut dihadiri jajaran pejabat utama Polres Metro Bekasi serta perwakilan manajemen Jababeka, termasuk Mayjend TNI (Purn) Sumardi selaku Head City Council Jababeka, Direktur Jababeka Vega Violita, dan GM Jababeka Riki Aditya.

Dalam arahannya, Kapolres Mustofa menegaskan pentingnya sinergi antara Polri, manajemen kawasan, dan seluruh petugas keamanan industri. Ia meminta satpam untuk meningkatkan kewaspadaan di titik-titik strategis, memperkuat komunikasi lintas pihak, serta segera melaporkan setiap perkembangan situasi kepada Polsek maupun Polres.



Kapolres juga menekankan bahwa stabilitas keamanan kawasan industri merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kesiapsiagaan dan profesionalitas seluruh unsur pengamanan, ia optimistis situasi kondusif dapat terus terjaga, termasuk menghadapi potensi dinamika menjelang penetapan UMK 2026.

Apel ditutup dengan harapan agar seluruh personel tetap solid, kompak, dan mengedepankan pelayanan terbaik demi terciptanya keamanan kawasan industri di Kabupaten Bekasi. 


( Red/Ersya )

Sekjen IWO INDONESIA DPD Kabupaten Bekasi, Karno Syarifudinsyah, Bongkar Dugaan Permainan Proyek Lapangan Bola Sukatani: “Kami Akan Laporkan ke APH”

 


Sukatani - Analisa Rakyat News - 

Proyek pembangunan lapangan bola di depan Kantor Kecamatan Sukatani kini berada dalam sorotan tajam. IWO INDONESIA DPD Kabupaten Bekasi mengungkap dugaan kuat adanya penyimpangan spesifikasi dan lemahnya fungsi pengawasan pada proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Bekasi tersebut.

Sekjen IWO INDONESIA DPD Kabupaten Bekasi, Karno Syarifudinsyah atau yang akrab disapa Jikar, menilai pekerjaan yang berjalan saat ini jauh dari standar teknis. Ia menyebut bahwa material yang digunakan tidak sesuai dengan ketentuan dan terindikasi menggunakan tanah berkualitas rendah.

“Material dasar saja sudah melenceng. Ini pakai tanah murahan, bukan tanah super sesuai spesifikasi. Pekerja tidak memakai APD, papan proyek tidak ada, dan pekerjaan sudah berjalan lama tanpa kejelasan. Ini proyek publik, bukan proyek sembunyi-sembunyi,” tegas Jikar.

Temuan tersebut, kata Jikar, berpotensi bertentangan dengan Permenpora Nomor 150 Tahun 2015 mengenai standar teknis sarana olahraga, serta Permenpora Nomor 7 Tahun 2021 tentang pedoman penyediaan prasarana olahraga.

“Standarnya sudah jelas dalam regulasi. Kalau tidak dipenuhi, berarti ada ketidakberesan. Dan sesuatu itu harus diungkap,” ujarnya.

Pertanyakan Pengawasan Dinas Terkait

IWO INDONESIA DPD Kabupaten Bekasi juga menyoroti mandeknya fungsi pengawasan dari OPD teknis, khususnya karena proyek ini memakai uang rakyat melalui APBD.

“Kalau pengawasan benar berjalan, tidak mungkin kualitas material seperti itu lolos. Jangan sampai ini proyek yang hanya bagus di proposal tapi buruk di lapangan,” tegasnya.

Jikar menambahkan bahwa masyarakat Sukatani berhak mendapatkan fasilitas olahraga yang dibangun secara layak dan transparan.

Berpotensi Melanggar UU Pelayanan Publik dan Tata Kelola Pemerintahan

Lebih jauh, Jikar menilai dugaan ketidaksesuaian dalam proyek ini berpotensi berbenturan dengan sejumlah peraturan, termasuk:

UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik — yang mewajibkan transparansi, akuntabilitas, dan penyampaian informasi dalam setiap layanan berbasis anggaran negara.

UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah — yang menekankan kewajiban pemerintah daerah menjaga integritas, kualitas belanja publik, dan pengawasan pembangunan.

UU Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional — yang mengatur penyediaan sarana olahraga yang layak bagi pembinaan generasi muda.

“Kalau lapangan saja dikerjakan dengan cara meragukan, bagaimana mau melahirkan atlet? Ini bukan proyek biasa. Ini menyangkut masa depan pemuda,” ungkap Jikar.


IWO INDONESIA DPD Kabupaten Bekasi Siap Bawa ke Ranah Hukum

IWO INDONESIA DPD Kabupaten Bekasi memastikan akan membawa temuan ini ke tingkat lebih serius apabila tidak ada langkah tegas dari pemerintah daerah.

“Kami akan kawal sampai tuntas. Bila perlu kami lapor ke Aparat Penegak Hukum, Inspektorat Daerah, atau Kejaksaan. Tidak boleh ada kompromi terhadap dugaan pelanggaran yang merugikan publik,” tegas Jikar.

Camat Sukatani Klaim Tidak Pernah Disosialisasikan

Menariknya, Jikar sempat menemui Camat Sukatani, H. Agus Dahlan, untuk meminta keterangan. Camat mengungkapkan bahwa pihak kecamatan tidak dilibatkan dan tidak mendapatkan informasi resmi terkait proyek tersebut.

“Saya sebagai tuan rumah karen⁹a lokasinya di depan kantor kecamatan. Tapi kami bukan pemilik lahan; pemiliknya Pemda. Ini proyek milik Dispora Kabupaten Bekasi. Mereka hanya datang di awal ketika mau mulai bangun. Kami sudah minta sosialisasi lewat rapat minggon, tapi sampai detik ini tidak ada yang datang. Saya tidak tahu siapa pelaksana atau pemborongnya,” tegas Camat.

Sementara itu, pihak pelaksana kegiatan sulit ditemui, sehingga menambah panjang daftar tanda tanya terhadap transparansi proyek tersebut.

IWO INDONESIA DPD Kabupaten Bekasi menegaskan bahwa publik menunggu jawaban. Mereka meminta pemerintah daerah untuk segera membuka data, menunjukkan papan proyek, menjelaskan spesifikasi, dan memastikan pengawasan dilakukan sesuai aturan.

( Red/Ersya )

Senin, 01 Desember 2025

Ketua Komunitas Senam LPM Ciketing Riska Salim Mengadakan Lomba, Senam Kreasi Di Stadion Mini Ciketing Udik

 


Kota Bekasi - Analisa Rakyat News - 

Jajaran pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Ciketingudik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, kembali menggelar ajang Pekan Olahraga Ciketing Udik (POC). Berbeda dengan tahun lalu, ajang POC Jilid IV ini mulai menampilkan olahraga senam yang mayoritas diikuti kaum perempuan atau ibu-ibu rumah tangga.

Lomba senam kreasi ini dilaksanakan Minggu (30/11) pagi di Stadion Mini Ciketingudik dengan diikuti 7 kontingen peserta yang mewakili tiap lingkungan RW. Setiap kontingen tampil dengan kreasi senam yang menarik dan seragam bernuansa adat dari beberapa daerah di Indonesia, seperti adat Dayak, Jawa, Sunda, bahkan ada kontingen yang menggunakan seragam ala Noni Belanda.

Terlihat antusiasme seluruh kontingen peserta saat tampil dengan kreasi senam lengkap dengan yel-yel penuh semangat. Ditambah dengan teriakan dukungan dari masyarakat yang datang untuk melihat penampilan peserta, membuat lomba senam kreasi ini berlangsung dengan semarak.

Sebagai wujud apresiasi terhadap antusiasme peserta, pihak panitia memberikan gelar juara untuk seluruh peserta, mulai dari Juara I hingga Juara Harapan IV. Para juara berhak mendapatkan penghargaan berupa medali dan uang pembinaan dengan total Rp 5 juta.

Terkait adanya cabang senam dalam POC tahun ini, Ketua LPM Ciketingudik Salim Samsudin menyatakan hal ini berdasarkan usulan dari kalangan masyarakat penghobi olahraga senam. “Akhirnya kami sepakat melibatkan kaum perempuan atau ibu-ibu agar ikut berkontribusi dalam POC Jilid IV ini karena olahraga bukan hanya milik kaum lelaki saja namun juga bisa dilakukan kaum perempuan bahkan ibu-ibu rumah tangga,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Senam LPM Ciketingudik Riska Sakim menyambut baik diikutsertakannya cabang senam dalam POC ini. “Wah surprise banget buat kami, tidak sia-sia berlatih tiap pekan akhirnya mendapat perhatian untuk berlaga dalam POC tahun ini, semoga tahun depan cabang senam masih diikutkan dalam POC,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Panitia Lomba Senam Kreasi, Ahmad Sahroni, menjelaskan beberapa kriteria penilaian yang dilakukan tim juri. “Yang jelas kekompakan dan keserasian gerak senam yang menjadi kreasi masing-masing kontingen peserta,” papar lelaki yang populer disapa Bang Dablank ini.

Dablank menyatajan sengaja pihak panitia memberikan gelar juara untuk seluruh kontingen peserta. “Semua juara, semua dapat penghargaan, ridak ada peserta senam yang pulang dengan tangan kosong,” pungkasnya.


(Red/Slamet)

Kapolri dan Gubernur Tekankan Peran Pers di Era Digital Dalam Acara Kick Off HPN 2026 Resmi Dibuka di Banten

 


Banten - Analisa Rakyat News - 

Penjuru Kota Serang bergema dengan dimulainya Kick Off Pers Nasional (HPN) 2026 resmi dimulai di Alun-Alun Barat Kota Serang Banten, Jl. Veteran, Kotabaru, Kec. Serang, Kota Serang, Banten, Minggu (30/11/2025).

Antusiasme ribuan warga dan peserta, memadati area acara yang juga dihadiri oleh Ketua Panita HPN 2026 yang juga Sekjen PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Dewan Pers Yogi Hadi Ismanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Gubernur Banten Andra Soni.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyatakan Kick Off ini adalah simbol dimulainya agenda strategis HPN 2026. Fokus utama HPN tahun ini adalah Konvensi Media Massa yang akan membahas masa depan pers nasional di tengah ancaman disrupsi teknologi.

Selain sesi pidato dan peluncuran resmi Maskot HPN 2026,memukul bedug bersama,serta acara Kick Off dimeriahkan dengan senam bersama dan jalan sehat yang diikuti antusias oleh ribuan masyarakat sejak pagi hari. Panitia juga membagikan doorprize menarik, termasuk tiga unit sepeda motor dan puluhan hadiah lainnya.

Pembukaan diawali dengan senam line dance dan pelepasan peserta jalan sehat oleh Kapolri dan Gubernur Banten. Agenda kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa serta penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PWI Banten dan sejumlah lembaga, seperti Bank Banten, Kopassus, dan PHRI Banten.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa seluruh konstituen Dewan Pers berkomitmen menyukseskan HPN 2026. Ia menyebut tema besar “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” dipilih untuk meneguhkan peran strategis media dalam kehidupan publik.



“Tema ini menegaskan bahwa pers yang sehat adalah prasyarat bagi demokrasi yang kuat. Kami ingin media semakin dekat dengan masyarakat, sekaligus menjaga marwah jurnalisme profesional,” ujar Munir.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Polri terhadap insan pers. “Kami mengapresiasi komitmen Kapolri dalam menjaga ruang kerja jurnalis. Sinergi ini penting di tengah tantangan informasi yang semakin kompleks,” tambahnya.

Gubernur Banten, Andra Soni, menyampaikan kesiapan penuh daerahnya menjadi tuan rumah puncak peringatan HPN 2026 yang akan digelar pada 9 Februari dan dijadwalkan dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto.

“Banten siap menyambut tamu dari seluruh Indonesia. Penyelenggaraan HPN akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, terutama sektor pariwisata dan industri kreatif,” kata Andra.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap seluruh rangkaian kegiatan.

Dalam sambutannya, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya peran pers di era digital yang sarat mis informasi dan fenomena citizen journalism yang tidak selalu terverifikasi. “Di tengah banjir informasi, media arus utama harus menjadi rujukan yang kredibel. Publik membutuhkan penyaring yang mampu menjernihkan berbagai isu yang beredar,” ujar Kapolri.

Ia juga memastikan bahwa Polri berkomitmen menjaga keamanan jurnalis dalam menjalankan tugasnya. “Kami memastikan keselamatan rekan-rekan jurnalis di lapangan menjadi perhatian. Kebebasan pers harus berjalan seiring dengan tanggung jawab bersama menjaga stabilitas sosial,” tegasnya.


(Red/Ersya)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done