Kepala Desa Jejalen Jaya H.Kumpul Dan Bumdes Dongkrak Ekonomi Warga Dengan Budidaya Ternak Ayam Petelur - AR NEWS

Sabtu, 11 April 2026

Kepala Desa Jejalen Jaya H.Kumpul Dan Bumdes Dongkrak Ekonomi Warga Dengan Budidaya Ternak Ayam Petelur


Tambun Utara - Analisa Rakyat News - 

Upaya memperkuat ketahanan pangan desa terus digerakkan di Desa Jejalen Jaya. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Beringin Jejalen Jaya, budidaya ayam petelur kini menjadi salah satu sektor unggulan yang menunjukkan perkembangan signifikan.

Pemerintah desa memastikan dukungan penuh terhadap pengembangan BUMDesa sebagai motor penggerak ekonomi sekaligus penopang ketahanan pangan. Kepala Desa Jejalen Jaya, Kumpul, menegaskan komitmen tersebut.

“Pemerintah desa mendukung penuh BUMDesa dalam memaksimalkan program ketahanan pangan di Desa Jejalen Jaya,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Ia menyebut, pengelolaan BUMDesa sejauh ini berjalan terarah dan mendapat pengakuan positif. Dalam Musyawarah Desa (Musdes) laporan pertanggungjawaban akhir tahun 2025, program tersebut bahkan diapresiasi oleh pendamping desa. “Artinya, pengelolaan BUMDesa sudah berjalan dengan baik,” tambahnya.

Tak sekadar menjalankan usaha, BUMDesa Jejalen Jaya juga menerapkan sistem yang menyeluruh—mulai dari pemeliharaan, pelaporan, hingga pemasaran. Akses pasar pun dibuka luas bagi masyarakat, termasuk pelaku UMKM yang ingin memperoleh keuntungan dari distribusi telur.

“Seluruh proses berjalan, dari hulu ke hilir. Masyarakat juga bisa membeli langsung, termasuk pelaku UMKM,” kata Kumpul.

Ia berharap, ke depan BUMDesa mampu melampaui peran sebagai unit usaha desa dan menjadi pemicu kemandirian ekonomi warga.

“Harapannya, masyarakat ikut terdorong untuk berusaha dan meningkatkan perekonomian secara mandiri,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua BUMDesa, Mochamad Ichwani, menjelaskan bahwa pengelolaan kini ditopang struktur organisasi lengkap sejak ia ditetapkan melalui Musyawarah Desa pada 30 April 2025 dan mulai menjabat 1 Mei 2025.

Usaha ayam petelur yang dimulai pada Desember 2025 kini mulai menunjukkan hasil konkret. Dari 500 ekor ayam, produksi telur hingga akhir Maret 2026 mencapai sekitar 19 kilogram per hari.

“Alhamdulillah, produksi sudah mencapai sekitar 19 kilogram per hari. Ini amanah yang harus kami jaga agar manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Ichwani, usaha ayam petelur dipilih karena relatif mudah dikelola dengan sistem pemeliharaan terjadwal. Pemberian pakan dua kali sehari, kebersihan kandang, serta pemantauan kesehatan menjadi faktor kunci menjaga stabilitas produksi.

“Kondisi ayam harus dijaga, terutama saat cuaca tidak menentu. Fasilitas seperti blower dan pencahayaan penting agar ayam tidak stres,” jelasnya.

Di sisi lain, kebutuhan pakan menjadi aspek krusial. Untuk 500 ekor ayam, konsumsi pakan mencapai sekitar 50 kilogram per hari. Untuk menjaga keberlanjutan produksi, BUMDesa menerapkan sistem pemesanan terjadwal.

“Satu minggu sebelum stok habis, kami sudah melakukan pemesanan agar tidak terjadi kekosongan,” tambahnya.

Dalam hal pemasaran, BUMDesa saat ini memprioritaskan kebutuhan warga lokal. Distribusi dilakukan langsung ke masyarakat, warung, hingga pelaku UMKM dengan harapan dapat membantu memenuhi kebutuhan tanpa memberatkan.

“Prioritas kami masyarakat. Kehadiran BUMDesa harus meringankan, bukan membebani,” tegas Ichwani.

Lebih jauh, BUMDesa Jejalen Jaya juga mengusung misi pemberdayaan. Warga tidak hanya ditempatkan sebagai konsumen, tetapi juga didorong menjadi pelaku usaha mandiri.

“Kami ingin masyarakat ikut belajar dan memanfaatkan lahan di sekitar rumah, salah satunya melalui ternak ayam petelur,” ungkapnya.

Dengan pendekatan kolaboratif dan berorientasi pada pemberdayaan, BUMDesa Jejalen Jaya perlahan membangun fondasi ekonomi desa yang lebih mandiri—sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.

 (Red/fzl)
Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done