Kabupaten Bekasi - Analisa Rakyat News -
Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia ( PD PII ) Kabupaten Bekasi menggelar Training Terpadu yang meliputi Leadership Basic Training (LBT) dan Leadership Intermediate Training (LIT) selama masa liburan sekolah. Kegiatan berlangsung pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026 di MTs Al Huda Rawa Sapi, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi , Jawa Barat.
Sebanyak 41 peserta mengikuti Leadership Basic Training, sedangkan 16 peserta mengikuti Leadership Intermediate Training. Para peserta berasal dari berbagai wilayah di Bekasi maupun luar Bekasi.
Pembukaan training berlangsung pada Ahad (28/6/2026) siang. Acara dihadiri pimpinan MTs Al Huda Rawa Sapi, pengurus PD PII Kabupaten Bekasi, peserta, panitia, serta sejumlah Keluaga Besar ( KB ) PII.
Ketua Umum PD PII Kabupaten Bekasi, Daffa Kaisan Ali, mengatakan kegiatan kaderisasi tersebut bukan sekadar memenuhi agenda organisasi, melainkan menjadi ikhtiar menyiapkan pelajar sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
“Kita tidak hanya menjadi sekrup kecil dalam industri yang ada, tetapi menjadi konseptor dan katalisator yang mampu menghadirkan perubahan di Kabupaten Bekasi,” ujar Daffa dalam sambutannya.
Ia mengutip pandangan Anies Baswedan yang membedakan antara orang berpendidikan dan pemikir yang tercerahkan. Menurutnya, ilmu pengetahuan tidak boleh berhenti sebagai kumpulan pengetahuan pribadi, tetapi harus digunakan untuk menjawab berbagai persoalan sosial.
Karena itu, Daffa mengajak seluruh peserta agar menjadi pelajar yang peka terhadap realitas, tidak bersikap apatis, dan mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk kemaslahatan masyarakat.
Sementara itu, Ketua PW PII Jakarta, Reza Sulaiman, menegaskan Leadership Basic Training merupakan tahapan awal pembentukan karakter kepemimpinan kader. Melalui proses tersebut, peserta dipersiapkan untuk menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi umat maupun bangsa.
Ia berharap peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai agar memperoleh bekal kepemimpinan dan wawasan yang memadai.
Reza juga menekankan pentingnya penguatan kualitas kader di setiap pengurus daerah. Menurutnya, kaderisasi tidak boleh berhenti pada pelaksanaan training semata, tetapi harus ditindak lanjuti dengan pembinaan berkelanjutan sehingga mampu melahirkan kader yang unggul, berkualitas, dan berintegritas.
Mewakili Keluarga Besar PII Kabupaten Bekasi, M.Warsan Saputra mengingatkan peserta agar menjadikan training sebagai momentum mengenali potensi diri sebelum berbicara tentang perubahan.
“Kalau ingin mengubah umat, pertanyaannya apa yang mau diubah dan modal apa yang kita miliki? Salah satu jawabannya ada di training ini, karena di sini kita belajar mengenali diri, karakter, dan kemampuan,” katanya.
Warsan juga menekankan pentingnya budaya membaca bagi setiap kader PII. Menurutnya, kemampuan berpikir dan berargumentasi sangat dipengaruhi oleh keluasan referensi yang dimiliki.
Ia menambahkan, pengenalan terhadap diri sendiri merupakan modal penting bagi kader untuk mengabdi kepada masyarakat, organisasi, dan umat. Menutup sambutannya, Warsan berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses training dengan sungguh-sungguh sehingga menjadi kader yang bermanfaat di lingkungan masing-masing.
(Red/Ersya)